Kondisi banjir di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin, 24 Agustus 2026. Dokumentasi/ BPBD Kabupaten Parigi Moutong
BPBD Parigi Moutong Percepat Normalisasi Sungai Antisipasi Banjir Susulan
Silvana Febiari • 25 August 2026 10:44
Parigi Moutong: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah mempercepat normalisasi sungai di Kecamatan Kasimbar. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi banjir susulan.
"Banjir di Kasimbar peristiwa yang berulang, maka penanganan sangat dibutuhkan adalah normalisasi sungai," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai, dilansir dari Antara, Selasa, 25 Agustus 2026.
Banjir melanda tiga desa di Kecamatan Kasimbar, yakni Kasimbar Palapi, Kasimbar Induk, dan Kasimbar Selatan, pada Senin pagi, 24 Agustus 2026. Banjir dipicu hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.
Khusus Desa Palapi, pekerjaan normalisasi berlangsung tiga hari. Sedangkan target selama enam hari karena sedimentasi di sungai tersebut sudah banyak mengakibatkan pendangkalan.
"Normalisasi merupakan langkah penanganan darurat. Pekan lalu wilayah tersebut juga dilanda banjir dan kegiatan normalisasi sudah dilakukan. Setelah penanganan di Desa Kasimbar Palipi, kegiatan normalisasi dilanjutkan ke desa lain di wilayah itu," ujarnya.
Peristiwa itu berdampak pada sekitar 115 kepala keluarga (KK). Sekitar 4 hektare kebun warga di Desa Kasimbar Palapi turut terdampak.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai memimpin rapat pencegahan bencana hidrometeorologi bersama forkopimda di Parigi. ANTARA/Moh Ridwan
Pihaknya belum menyalurkan bantuan logistik berupa makanan karena kebutuhan mendesak warga saat ini adalah normalisasi sungai. Penyaluran bantuan masih menunggu pasokan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk untuk kebutuhan penanganan bencana lainnya.
"Selama ini kami gunakan logistik dari pemerintah pusat bukan dari APBD pemerintah Parigi Moutong. Di samping itu penanganan sungai paling penting saat ini," ucap Rivai.
Ia meminta warga di wilayah terdampak bersabar karena pemerintah berkomitmen melakukan penanggulangan secara cepat dan tepat. "Kami terus melakukan langkah-langkah konkret dalam pelaksanaan penanggulangan bencana," tutur dia.