Empat Kali Erupsi, Gunung Semeru Semburkan Kolom Abu Setinggi 1 Km

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak pada Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/HO-PVMBG

Empat Kali Erupsi, Gunung Semeru Semburkan Kolom Abu Setinggi 1 Km

Silvana Febiari • 3 January 2026 15:13

Lumajang: Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim), kembali erupsi sebanyak empat kali. Tinggi letusan mencapai satu kilometer (km) di atas puncak pada Sabtu, 3 Januari 2026.

"Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.51 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah utara," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis, seperti dilansir Antara. 

Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.
 


Erupsi ketiga terjadi pukul 05.28 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl. "Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang ke arah utara," tuturnya.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik," ujar Liswanto.


Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Jumat malam, 2 Januari 2026. ANTARA/HO-PVMBG


Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara, sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Kemudian, warga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga perlu diwaspadai. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)