Pesta kembang api di Sydney, Australia. Foto: ABC Australia
Dunia Sambut 2026 Setelah Setahun Penuh Gejolak Global
Muhammad Reyhansyah • 1 January 2026 12:56
Jakarta: Dunia menyambut datangnya 2026 pada Rabu malam, 31 Desember, seraya melepas tahun 2025 yang diwarnai gejolak politik global, konflik bersenjata, serta ketidakpastian ekonomi. Harapan akan perdamaian, termasuk di Ukraina, belum sepenuhnya terwujud, sementara dinamika geopolitik terus membayangi pergantian tahun.
Tahun 2025 juga tercatat sebagai salah satu periode terpanas dalam sejarah, dengan gelombang panas memicu kebakaran hutan di Eropa, kekeringan berkepanjangan di Afrika, serta hujan ekstrem yang menelan korban jiwa di Asia Tenggara.
Nuansa perayaan di Sydney, Australia, terasa lebih hening dari biasanya. Kota yang kerap menyebut dirinya sebagai “ibu kota Tahun Baru dunia” itu masih berduka setelah insiden penembakan di Festival Yahudi di Pantai Bondi, yang terjadi kurang dari dua pekan sebelumnya dan menewaskan 15 orang dalam aksi penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade.

Pesta kembang api di Sydney, Australia. Foto: ABC Australia
Menjelang tengah malam, pesta kembang api di Sydney sempat dihentikan sejenak untuk mengheningkan cipta. Jembatan Harbour Bridge disinari cahaya putih sebagai simbol perdamaian.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan, “Saat ini, kegembiraan yang biasanya kami rasakan di awal tahun baru bercampur dengan kesedihan dari tahun yang telah berlalu.”
Meski demikian, ratusan ribu orang tetap memadati tepi pelabuhan Sydney. Sekitar sembilan ton kembang api diluncurkan tepat saat pergantian tahun, disaksikan warga dan wisatawan yang memenuhi kawasan sekitar Opera House.

Gedung Opera Sydney merayakan pergantian tahun. Foto: ABC Australia
“Kembang api ini sudah lama ada dalam daftar impian saya, dan saya sangat bahagia bisa berada di sini,” ujar Susana Suisuikli, wisatawan asal Inggris.
Pengamanan diperketat dengan kehadiran aparat bersenjata di sejumlah titik.
Pergantian Tahun di Berbagai Penjuru Dunia
Mengutip Channel News Asia, Negara-negara Pasifik seperti Kiribati dan Selandia Baru menjadi yang pertama menyambut 2026, diikuti rangkaian perayaan yang membentang hingga Eropa dan Amerika. Di Brasil, lebih dari dua juta orang diperkirakan memadati Pantai Copacabana dalam pesta malam Tahun Baru terbesar di dunia.
Perayaan pesta kembang api di Marina Bay Sand, Singapura. Foto: Channel News Asia
Sebaliknya, Hong Kong membatalkan pertunjukan kembang api di Victoria Harbour sebagai bentuk penghormatan bagi 161 korban kebakaran di sebuah kompleks perumahan pada November lalu.
Di dekat Beijing, warga merayakan pergantian tahun di Juyong Pass, Tembok Besar Tiongkok, dengan pertunjukan genderang. Para peserta mengenakan atribut bertuliskan “2026” dan simbol kuda, menjelang datangnya Tahun Kuda dalam kalender lunar pada Februari.
Tarif Trump
Sepanjang 2025, dunia juga menyaksikan kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih pada Januari. Kebijakan tarif agresif yang ia terapkan memicu gejolak pasar global.Melalui platform Truth Social, Trump menanggapi menurunnya tingkat kepuasan publik dengan menulis, “Bukankah menyenangkan memiliki PERBATASAN KUAT, tanpa inflasi, militer yang kuat, dan ekonomi yang hebat?Selamat Tahun Baru!”
Di tengah tekanan ekonomi global, sejumlah warga menyuarakan kecemasan. “Situasi ekonomi sangat sulit, dan saya khawatir akan kehilangan penghasilan,” kata Ines Rodriguez, pedagang berusia 50 tahun di Mexico City.
Gencatan Senjata Gaza
Di Timur Tengah, tekanan Amerika Serikat membantu tercapainya gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas pada Oktober, setelah dua tahun perang yang menghancurkan sebagian besar Jalur Gaza. Namun, kedua pihak saling menuduh pelanggaran sejak kesepakatan itu diberlakukan.Serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 menewaskan lebih dari 1.200 orang, sebagian besar warga sipil. Serangan balasan Israel ke Gaza kemudian menewaskan lebih dari 70.000 orang, menurut otoritas kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas, angka yang dinilai kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Kami mengucapkan selamat tinggal pada 2025 dengan kesedihan dan duka mendalam,” ujar warga Kota Gaza, Shireen Al-Kayali. Ia menambahkan, “Kami kehilangan banyak orang dan harta benda, hidup berpindah-pindah di bawah pengeboman dan teror.”
Pemimpin dunia juga saling bertukar ucapan Tahun Baru. Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan kesiapan untuk “mempertahankan pertukaran erat dengan Putin guna mendorong kemajuan baru dalam hubungan bilateral,” sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua. Sementara itu, perang di Ukraina mendekati tahun keempat tanpa adanya gencatan senjata sementara hingga akhir 2025.
Menatap 2026 dari Olahraga hingga Antariksa
Tahun 2026 diperkirakan diwarnai agenda besar global. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana meluncurkan misi Artemis II, penerbangan berawak yang akan mengitari Bulan selama 10 hari, lebih dari setengah abad setelah misi Apollo terakhir.Di bidang teknologi, kecerdasan buatan menghadapi pengawasan ketat, dengan investor mulai mempertanyakan apakah ledakan AI menyerupai gelembung pasar. Dunia olahraga juga bersiap menyambut Olimpiade Musim Dingin di Pegunungan Dolomites, Italia, serta Piala Dunia sepak bola terbesar sepanjang sejarah yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Di Seoul, ribuan orang berkumpul di paviliun lonceng Bosingak, di mana lonceng perunggu dibunyikan 33 kali tepat tengah malam, tradisi yang melambangkan 33 lapisan surga dalam kosmologi Buddha. Di New York, persiapan pengamanan dilakukan menjelang penurunan bola ikonik di Times Square, sementara Rio de Janeiro menyiapkan pesta “Reveillon” di Copacabana dengan target memecahkan rekor dunia.
Di Kyiv dan Moskow, warga Ukraina dan Rusia menyambut tahun baru dengan harapan perdamaian.
“Saya berharap perang ini berakhir, itu yang paling penting bagi negara kami,” kata Larisa, warga Moskow yang datang dari Altai Krai.
Di Kyiv, seorang anak berusia sembilan tahun bernama Olesia menyampaikan optimisme sederhana, “Saya pikir akan ada perdamaian di tahun baru.”