Pangkalan Militer Amerika Serikat di Al-Azraq, Yordania. Foto: Press TV
Garda Revolusi Iran: Pangkalan Udara AS di Yordania Hancur dengan 10 Rudal
Fajar Nugraha • 10 July 2026 05:52
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah menyerang pusat komando dan kendali Amerika Serikat (AS) di Asia Barat serta pangkalan udara al-Azraq di Yordania dengan 10 rudal balistik.
Serangan itu dilakukan dalam gelombang pembalasan kedua atas serangan Amerika di wilayah Iran.
Angkatan Udara IRGC melakukan serangan tersebut pada pukul 14:20 waktu setempat pada Kamis 9 Juli 2026. Serangan tersebut terjadi beberapa jam setelah operasi pembalasan awal Iran terhadap target AS di Bahrain dan Kuwait pada hari Rabu dan Kamis.
"Dalam pernyataan kami sebelumnya, kami mengatakan bahwa setiap pengulangan agresi akan memperluas respons kami ke pangkalan musuh lainnya di wilayah tersebut," kata IRGC dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Press TV, Jumat 10 Juli 2026.
"Dalam fase kedua ini, kami telah menepati ancaman tersebut terhadap agresi militer Amerika yang membunuh anak-anak,” tegas IRGC
Pernyataan itu mengatakan, "Pusat komando dan kendali musuh di Asia Barat dan pangkalan udara al-Azraq di Yordania dihancurkan dengan 10 rudal balistik."
Pangkalan al-Azraq adalah fasilitas kunci yang digunakan oleh pasukan Amerika di Yordania. Pernyataan IRGC memperingatkan bahwa serangan lebih lanjut akan menyusul jika agresi AS berlanjut.
"Jika militer AS yang teroris mengulangi agresinya, pangkalan-pangkalan AS yang tersisa di wilayah tersebut tidak akan luput dari tembakan berat kami," kata pernyataan IRGC.
Serangan rudal tersebut menyusul peningkatan signifikan dalam konfrontasi antara Teheran dan Washington, yang dimulai ketika pasukan AS melakukan serangan ilegal dan tanpa provokasi di daerah pesisirnya pada hari Rabu dan Kamis.
Media Iran melaporkan ledakan di beberapa daerah, termasuk Bandar Abbas, Pulau Qeshm, Konarak, Chabahar, dan Mahshahr, dengan serangan juga mengenai jalur kereta api yang menghubungkan Teheran ke Mashhad dan jembatan di Iran timur.
Para pejabat Iran mengatakan setidaknya 14 tentara dan warga sipil Iran gugur dan 78 lainnya terluka dalam serangan teroris AS.
Sebagai tanggapan, IRGC melancarkan pembalasan yang menghancurkan, menyerang 85 target militer AS di Bahrain dan Kuwait pada hari Rabu. Fasilitas-fasilitas penting yang terkena serangan termasuk Pelabuhan Salman, wilayah Armada Kelima AS di Bahrain, Kamp Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, dan pangkalan-pangkalan di Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain.
IRGC juga mengatakan telah menembak jatuh sebuah drone MQ-9 Reaper Amerika yang mencoba mengganggu operasinya.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menjelaskan posisi Republik Islam: "Jika Anda menyerang, Anda akan diserang balik. Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali berdasarkan kesepakatan Iran, bukan melalui ancaman AS."
IRGC telah menunjukkan bahwa kemampuan rudalnya tepat sasaran dan mampu mencapai jauh ke wilayah musuh. Penghancuran pangkalan al-Azraq, pusat penting bagi operasi AS dan koalisi di kawasan tersebut, menandai peningkatan signifikan dalam respons militer Iran.