Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih Pernah Dinobatkan sebagai Guru Terbaik

Cole Tomas Allen, pelaku penembakan di acara makan malam Gedung Putih di Hotel Washington Hilton, Washington, Amerika Serikat. (Truth Social)

Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih Pernah Dinobatkan sebagai Guru Terbaik

Willy Haryono • 27 April 2026 12:49

Washingtin: Cole Tomas Allen, pelaku penembakan dalam acara jamuan makan malam Gedung Putih bertajuk White House Correspondents’ Dinner di Washington, diketahui memiliki latar belakang yang kontras dengan aksi kekerasan yang kini menjeratnya.

Pria berusia 31 tahun asal Torrance, California, itu sebelumnya pernah dinobatkan sebagai “guru terbaik bulan ini” pada Desember 2024 oleh lembaga bimbingan belajar swasta C2 Education di Torrance, berdasarkan jejak media sosial yang dikaitkan dengannya.

Menurut aparat penegak hukum, Allen merupakan lulusan California Institute of Technology (Caltech) dengan gelar teknik mesin serta memiliki latar belakang tambahan di bidang ilmu komputer. Ia juga diketahui bekerja paruh waktu sebagai pengajar dan pengembang gim independen.

Profil profesional yang beredar menunjukkan Allen meraih gelar sarjana teknik mesin dari Caltech pada 2017 dan gelar magister ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills, pada 2025.

Sebelum insiden, ia disebut pernah bekerja sebagai guru paruh waktu, pengembang gim, insinyur mekanik, hingga asisten dosen.

Namun, sosok berprestasi akademik tersebut kini menjadi pusat investigasi nasional setelah diduga membawa shotgun ke Hotel Washington Hilton dan melepaskan tembakan di pos pemeriksaan keamanan saat Presiden Donald Trump menghadiri jamuan makan malam tahunan tersebut.

Keamanan di Hotel Washington Hilton

Secret Service menyatakan sistem keamanan berhasil menghentikan pelaku sebelum mencapai ballroom utama Hotel Washington Hilton tempat Trump, Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan pejabat tinggi lainnya berada.

“Karena titik pemeriksaan berfungsi, tidak ada seorang pun yang terluka,” ujar Jaksa AS Jeanine Pirro, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 27 April 2026. Hingga kini, motif penembakan masih dalam penyelidikan.

Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Metropolitan, Jeffery Carroll, mengatakan bahwa rekaman video akan dipelajari untuk mengetahui bagaimana senjata tersebut bisa masuk ke dalam lokasi.

Menurut Trump, layanan keamanan telah melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dibandingkan saat insiden di Butler, Pennsylvania, tempat ia menjadi target percobaan pembunuhan dalam kampanye tahun 2024. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Penembak di Gedung Putih Menulis Sebuah Manifesto

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)