Profil Hasan Nasbi, dari Kontroversi PCO hingga Kembali Jadi Penasihat Khusus Presiden

Hasan Nasbi. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.

Profil Hasan Nasbi, dari Kontroversi PCO hingga Kembali Jadi Penasihat Khusus Presiden

Lukman Diah Sari • 27 April 2026 15:15

Jakarta: Nama Hasan Nasbi kembali mencuat usai digadang-gadang masuk dalam bursa perombakan kabinet terbatas dan akan dilantik Presiden Prabowo Subianto sore ini, Senin, 27 April 2026. Hasan Nasbi saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero), efektif sejak 11 September 2025.

Ia ditunjuk setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) pada Kabinet Merah Putih. Hasan Nasbi mundur dari PCO pada 21 April 2025, tepat 180 hari sejak dilantik pada 21 Oktober 2024.

Pengunduran diri Hasan terbilang unik. Pasalnya, sebelum keputusan tersebut diumumkan, ia sempat membantah kabar mundur dan masih terlihat menjalankan aktivitas kantor, termasuk menandatangani surat tugas bagi tim PCO.

Eks Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) sekaligus Komisaris Pertamina, Hasan Nasbi. Foto: Metro TV/Kautsar

Hasan Nasbi dikenal sebagai salah satu konsultan politik berpengaruh di Indonesia. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 11 Oktober 1979, dan berasal dari keluarga Minangkabau.

Pendidikan dasarnya ditempuh di kampung halaman sebelum melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI). Ia lulus pada 2004 dengan gelar Sarjana Ilmu Politik.

Selama masa kuliah, Hasan aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UI pada 2000.

Karier profesionalnya dimulai sebagai jurnalis di Harian Kompas pada periode 2005–2006. Setelah itu, ia menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia hingga 2008.

Pada tahun yang sama, Hasan mendirikan lembaga survei Cyrus Network, yang kemudian dikenal luas dalam memetakan opini publik dan dinamika politik nasional.

Dalam dunia politik praktis, Hasan terlibat dalam berbagai kampanye besar. Ia turut mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2012, serta menjadi salah satu inisiator gerakan relawan Teman Ahok pada Pilkada 2016.

Pada Pilpres 2024, Hasan dipercaya menjadi juru bicara Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Setelah kemenangan pasangan tersebut, ia ditunjuk sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan pada 19 Agustus 2024. Penunjukan itu dilakukan pada masa akhir pemerintahan Joko Widodo dan kemudian berlanjut di era pemerintahan Prabowo Subianto. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)