Presiden Pezeshkian Bantah Klaim Trump Adanya Konflik Internal Iran

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: Anadolu

Presiden Pezeshkian Bantah Klaim Trump Adanya Konflik Internal Iran

Fajar Nugraha • 24 April 2026 06:24

Teheran: Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang perpecahan internal di Iran.

“Tidak ada kelompok garis keras atau moderat di Iran. Kita semua adalah warga Iran dan revolusioner,” kata Pezeshkian melalui X, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 24 April 2026.

“Ada persatuan yang kokoh seperti baja antara rakyat dan negara,” imbuh Pezeshkian.


Presiden Iran bersumpah bahwa Teheran akan membuat “penyerang menyesali tindakannya.”

“Satu Tuhan, satu bangsa, satu pemimpin, dan satu jalan, jalan kemenangan Iran tercinta,” imbuhnya.

Trump sebelumnya mengklaim dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa Teheran mengalami konflik internal yang intens antara kelompok garis keras, yang menurutnya “kalah telak di medan perang,” dan kelompok moderat, yang “tidak terlalu moderat” tetapi “mendapatkan rasa hormat.”

"Iran mengalami kesulitan besar untuk menentukan siapa pemimpin mereka," klaimnya.

Trump menegaskan bahwa Washington mempertahankan "kendali penuh" atas Selat Hormuz, dan bahwa tidak ada kapal yang dapat melintas tanpa persetujuan Angkatan Laut AS. Ia menggambarkan selat tersebut sebagai "tertutup rapat" sampai Iran "mampu membuat kesepakatan."

Permusuhan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan dan melukai ribuan orang.

Teheran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara regional yang menampung aset militer AS dan membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz.

Pada hari Selasa, presiden AS memperpanjang gencatan senjata dua minggu dengan Iran, sehari sebelum gencatan senjata tersebut dijadwalkan berakhir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)