Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/Ho-PPG Lewotobi Laki-Laki
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Tebal Capai 1.500 Meter
Whisnu Mardiansyah • 22 April 2026 18:57
Flores Timur: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 1.500 meter di atas puncak gunung tersebut.
Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki, Emanuel Rofinus Bere, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 18.31 Wita. Ketinggian kolom abu kurang lebih 3.084 meter di atas permukaan laut.
Dia mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah Barat Daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan durasi kurang lebih tiga menit 27 detik. Ia mengatakan kondisi saat ini terpantau belum ada peningkatan gempa vulkanik yang signifikan.
"Secara visual, material erupsi masih berupa abu. Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada daerah-daerah yang terdampak abu, selalu menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar rumah," kata Emanuel dalam laporan dari Kecamatan Wulanggitang saat dihubungi dari Kupang, seperti dilansir Antara, Rabu malam, 22 April 2026.
Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki berstatus Level II atau Waspada. Pihaknya mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi warga di daerah sekitar. Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," kata dia.

Gunung Lewotobi Laki-laki meletus, melontarkan kolom abu hingga sekitar 1,2 kilometer dari atas puncak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (22/4/2026) ANTARA/HO-Badan Geologi
Pihaknya juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang aliran airnya berhulu di puncak gunung tersebut, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Oleh karena saat ini masih musim hujan di daerah setempat, warga di sejumlah daerah seperti Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote diimbau mewaspadai dampak hujan yang antara lain berupa banjir lahar hujan tersebut.