Ilustrasi industri galangan kapal. Foto: Suzuki.co.id
Industri Galangan Kapal Dorong Peningkatan Keselamatan Pekerja
Husen Miftahudin • 6 January 2026 17:11
Jakarta: PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI berkolaborasi dengan Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) serta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam mengadakan Bimbingan Teknis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bagi industri galangan kapal.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan keselamatan kerja di sektor maritim. Industri galangan kapal merupakan salah satu sektor dengan risiko kerja yang tinggi, baik dari aspek keselamatan operasional maupun kesehatan pekerja.
Penerapan SMK3 secara konsisten diperlukan untuk mencegah kecelakaan kerja, fatality, dan penyakit akibat kerja, sekaligus memastikan pemenuhan regulasi keselamatan yang berlaku. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diajak memperkuat kepemimpinan dalam keselamatan serta meningkatkan pemahaman mengenai praktik K3 yang efektif.
Direktur Operasi Bisnis Klasifikasi BKI Arief Budi Permana menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam membangun budaya keselamatan. Ia menyampaikan, peningkatan keselamatan harus dimulai dari kepemimpinan.
"Workshop ini menjadi momentum bagi para pemimpin untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan industri galangan kapal yang lebih aman," ucap Arief, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2026.
Arief juga menekankan peningkatan kompetensi keselamatan merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh pekerja galangan kapal. "BKI siap mendukung setiap upaya peningkatan keselamatan di lingkungan galangan kapal, termasuk melalui edukasi dan penguatan awareness agar risiko dapat diminimalkan," papar dia.
| Baca juga: BKI Perkuat Kemandirian Industri Komponen Kapal Dalam Negeri |

(Bimbingan Teknis Penerapan SMK3 bagi industri galangan kapal. Foto: dok BKI)
Penerapan SMK3 sesuai kebutuhan lapangan
Melalui kegiatan ini, para pelaku industri galangan kapal mendapatkan ruang belajar dan bertukar pengalaman mengenai penerapan SMK3 yang sesuai kebutuhan lapangan. Penguatan kapasitas pimpinan dan manajer diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pengawasan, pengendalian risiko, serta lingkungan kerja yang lebih aman bagi pekerja.
Program ini juga memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung industri maritim nasional yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan keselamatan.
Sebagai tindak lanjut, Bimbingan Teknis Penerapan SMK3 bagi manajer dan staf K3 di industri galangan kapal akan dilaksanakan secara daring pada 26–27 November 2025. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan praktik keselamatan di galangan kapal dapat diterapkan secara lebih konsisten dan menyeluruh.