Direktur Aset PTPN III Agung Setya Imam Effendi. Foto: Istimewa.
Bidik ROA 7,6%, PTPN Perkuat Tata Kelola Optimalisasi Aset
Husen Miftahudin • 18 April 2026 08:12
Jakarta: PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur finansial dan nilai ekonomi perseroan melalui program optimasi pemanfaatan aset tetap berupa tanah dan bangunan. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap target Return on Asset (ROA) yang ditetapkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029.
Direktur Aset PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi menyampaikan optimalisasi aset merupakan salah satu inisiatif strategis untuk memastikan seluruh sumber daya perusahaan dikelola secara produktif dan akuntabel. Ia menekankan perlunya pergeseran paradigma dari metode konvensional menuju pendekatan yang lebih modern dan adaptif.
"Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional di tengah dinamika bisnis yang sangat cepat. Direksi ingin seluruh entitas di PTPN Group bergerak dalam satu sistem yang seragam, kredibel, dan akuntabel," ucap Agung, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.
Agung memaparkan lebih lanjut terkait pencapaian ROA perseroan hingga Desember 2025 (unaudited), dimana realisasi ROA konsolidasi PTPN Group tercatat sebesar 3,27 persen. Capaian tersebut setara dengan 117,63 persen dari target 2025 sebesar 2,78 persen.
Meskipun telah melampaui target tahunan, PTPN Group tetap fokus pada penguatan tata kelola aset untuk mengejar target jangka panjang yang tercantum dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029.
| Baca juga: PalmCo Jadi Motor Utama Pendampingan Peremajaan Sawit Rakyat |

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Kejar target ROA 7,6% di 2029
Adapun, ROA yang ditetapkan perusahaan meningkat secara bertahap hingga mencap?i 7,6 persen ?ada 2029 mendatang. Hal ini menuntut penguatan strategi optimalisasi aset, peningkatan efisiensi operasional, serta perbaikan kinerja pada entitas Sub Holding dan Anak Perusahaan dengan ROA rendah atau negatif, agar aset yang dimiliki PTPN Group dapat memberikan kontribusi laba yang lebih optimal dan berkelanjutan sesuai target RJPP.
Agung menekankan, selain berfokus pada sisi finansial dan teknologi, ia menginstruksikan penguatan pendekatan sosial kemasyarakatan yang humanis namun tetap strategis, guna menjawab kompleksitas permasalahan di setiap wilayah dengan solusi yang lebih relevan dan efektif.
"Dengan sistem yang baik, setiap aset tidak hanya sekadar tercatat dan teridentifikasi, namun juga harus dapat dimonitor perkembangannya serta dijaga nilainya secara berkelanjutan dari waktu ke waktu," tegas dia.