Lokasi ledakan petasan di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto
11 Saksi Ledakan Petasan di Situbondo Diperiksa
Silvana Febiari • 27 February 2026 00:38
Situbondo: Sebanyak 11 saksi terkait ledakan bahan petasan yang menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya di Situbondo, Jawa Timur, telah diperiksa. Mereka dimintai keterangan soal peristiwa yang terjadi di rumah Ibu Kulsum (60) di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih.
"Kami telah memeriksa 11 orang saksi, dan belasan saksi insiden ledakan petasan tersebut merupakan tetangga atau warga sekitar sumber ledakan," ujar Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan, dikutip dari Antara, Kamis, 26 Februari 2026.
Agung menyampaikan lima korban selamat dalam ledakan petasan itu belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma. Akibatnya, polisi belum dapat menjelaskan kronologi ledakan yang juga merusak 11 rumah di sekitar lokasi.
Lima korban selamat yang mengalami luka bakar rata-rata 50 persen akibat ledakan petasan. Saat ini, mereka sedang menjalani rawat jalan setelah sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus (Situbondo).
"Lima korban ledakan belum bisa dimintai keterangannya, karena mereka masih trauma dan sedang rawat jalan akibat luka bakar pasca-ledakan petasan pekan lalu," kata Agung.
Beberapa hari lalu, Tim Identifikasi Polres dibantu Tim Identifikasi dan Laboratorium Forensik Polda Jatim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka berhasil mengamankan 18 barang bukti dari lokasi ledakan petasan.
Belasan barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya selongsong petasan, alat gulung selongsong petasan, sumbu petasan, CCTV, pakaian, dan lainnya.
.jpg)
Polisi pasang garis polisi di lokasi kejadian ledakan petasan di Dusun Mimbo Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto
Pada Rabu, 18 Februari 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, rumah milik Ibu Kulsum (60) warga Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, ambruk rata dengan tanah setelah terjadi ledakan hebat dari serbuk petasan.
Dua korban meninggal dunia akibat peristiwa itu, yakni Abdurrahman (15) meninggal setelah menjalani penanganan medis di RSUD dr. Soebandi Jember pada Kamis, 26 Februari 2026. Sedangkan korban meninggal lainnya Supriyadi (50) meninggal di lokasi kejadian tertimpa reruntuhan bangunan rumah.
Sementara itu, lima korban luka bakar lainnya, yakni Samsul (22), Riko (25), Faiz (20), Fino (25), dan Ibu Kulsum (60), yang sebelumnya dirawat di RSUD Asembagus, Situbondo, kini kondisinya mulai membaik. Kelima korban saat ini sedang menjalani rawat jalan.