Bill Gates Minta Maaf atas Hubungannya dengan Jeffrey Epstein

Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyampaikan permintaan maaf atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Foto: Anadolu

Bill Gates Minta Maaf atas Hubungannya dengan Jeffrey Epstein

Muhammad Reyhansyah • 26 February 2026 15:50

Washington: Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyampaikan permintaan maaf atas hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. 

Permintaan maaf ini disampikan kepada staf yayasan filantropinya.

Ia mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan besar dan menimbulkan persepsi negatif terhadap organisasinya, menurut laporan The Wall Street Journal.

“Itu adalah kesalahan besar menghabiskan waktu dengan Epstein,” kata Gates dalam pertemuan internal, dikutip dari Anadolu, Kamis, 26 Februari 2026. 

“Saya meminta maaf kepada orang lain yang terseret dalam situasi ini karena kesalahan yang saya buat,” lanjut Gates.

Gates juga mengungkapkan bahwa ia pernah menjalin hubungan di luar pernikahan dengan dua perempuan asal Rusia, yang kemudian diketahui oleh Epstein. Ia menegaskan bahwa kedua perempuan tersebut bukan korban pelecehan Epstein.

Menanggapi kemunculan fotonya bersama sejumlah perempuan dalam dokumen Epstein yang baru dirilis, Gates menyatakan foto-foto itu diambil atas permintaan Epstein dan hanya melibatkan staf kantornya.

“Saya tidak melakukan hal ilegal. Saya tidak melihat hal ilegal,” ujar Gates, seraya menekankan bahwa ia tidak memiliki kontak dengan para korban Epstein maupun perempuan dalam lingkarannya.

Gates mengatakan, pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi pada 2011 dan berlanjut hingga 2014, meskipun mantan istrinya, Melinda French Gates, telah menyuarakan kekhawatiran sejak 2013. Ia mengakui bahwa insting Melinda terbukti benar dan bahwa ia mengabaikan keraguan tersebut.

Interaksi mereka mencakup perjalanan udara bersama serta pertemuan di sejumlah negara seperti Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat. Namun Gates menegaskan ia tidak pernah menginap dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Menurut Gates, kehadiran sejumlah tokoh terkemuka lainnya dalam pertemuan-pertemuan tersebut menciptakan ilusi legitimasi. Meski demikian, ia mengakui bahwa hubungannya dengan Epstein serta korespondensi yang baru terungkap dari catatan pemerintah telah merusak reputasi yayasannya dan bertentangan dengan nilai-nilai dasar organisasi tersebut.

Epstein meninggal dunia dalam tahanan di New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan manusia. Pada 2008, ia mengaku bersalah di negara bagian Florida atas dakwaan meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur.

Gates sebelumnya telah menyatakan penyesalan atas hubungannya dengan Epstein. Namun, permintaan maaf terbuka kepada staf yayasan ini menjadi pengakuan paling tegas sejauh ini atas dampak reputasional yang ditimbulkan dari relasi tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)