Lebih dari 600 Migran Tewas atau Hilang di Laut Mediterania Sejak Awal 2026

Operasi penyelamatan kapal migran tenggelam di Laut Mediterania. (Anadolu Agency)

Lebih dari 600 Migran Tewas atau Hilang di Laut Mediterania Sejak Awal 2026

Willy Haryono • 24 February 2026 18:03

Jenewa: Sedikitnya 606 migran dilaporkan tewas atau hilang di Laut Mediterania sejak awal 2026, menurut laporan terbaru International Organization for Migration (IOM) pada Senin, 23 Februari 2026.

Organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menyebut periode tersebut sebagai awal tahun paling mematikan sejak pencatatan dimulai pada 2014.

“Ini merupakan awal tahun paling mematikan di Mediterania sejak IOM mulai mencatat data tersebut pada 2014,” kata lembaga itu, dikutip dari media The New Arab, Selasa, 24 Februari 2026.

Juru bicara IOM menambahkan sedikitnya 30 orang hilang setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di lepas pantai Kreta, Yunani, Sabtu lalu. Kapal tersebut berlayar dalam cuaca buruk menuju Yunani.

Otoritas Yunani menyatakan empat jenazah, terdiri atas tiga pria dan satu perempuan, telah ditemukan. Empat kapal patroli masih melakukan pencarian korban selamat, sementara empat penumpang yang sebagian besar berasal dari Sudan dan Mesir diketahui masih di bawah umur.

Menurut IOM, kapal itu berangkat dari Tobruk, Libya, pada 19 Februari dan terbalik sekitar 20 mil laut dari pelabuhan Kaloi Limenes di Kreta. Dalam setahun terakhir, arus migran dari Libya menuju Kreta yang merupakan bagian dari Uni Eropa terus terjadi meski berisiko tinggi.

IOM mendesak peningkatan kerja sama regional serta penguatan operasi pencarian dan penyelamatan di Mediterania tengah. Lembaga itu juga menekankan perlunya jalur migrasi yang aman dan teratur untuk mengurangi risiko kehilangan nyawa akibat praktik penyelundupan manusia. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Perahu Migran Terbalik di Libya, 53 Orang Dinyatakan Tewas atau Hilang

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)