Tertinggi 2 Tahun, PMI Manufaktur RI Februari Tembus 53,8

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Tertinggi 2 Tahun, PMI Manufaktur RI Februari Tembus 53,8

Eko Nordiansyah • 2 March 2026 10:32

Jakarta: S&P Global Market merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencapai 53,8 poin yang merupakan tertinggi dalam waktu hampir dua tahun terakhir sejak Maret 2024.

PMI manufaktur pada Februari naik secara bulanan yang sebelumnya tercatat 52,6 poin, serta menandakan ekspansi sektor industri yang semakin kuat pada awal tahun ini.

Ekonom S&P Global Market Intelligence Usamah Bhatti mengatakan perbaikan kondisi manufaktur Indonesia kembali menguat pada pertengahan triwulan pertama dan memberi prospek positif bagi kinerja sektor industri ke depan.

Capaian tersebut menunjukkan kondisi manufaktur nasional masih berada di zona ekspansif karena indeks berada di atas ambang batas 50 poin, yang menjadi pemisah antara fase ekspansi dan kontraksi. Kenaikan PMI ini sekaligus mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan permintaan di sektor industri.

“Perbaikan kondisi sektor manufaktur Indonesia kembali menguat pada pertengahan triwulan pertama, memberikan prospek positif pada bulan-bulan mendatang,” kata Bhatti dalam pernyataan diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.
 


Ia menjelaskan kondisi permintaan menunjukkan tren yang semakin positif. Peningkatan penjualan yang cukup kuat mendorong perusahaan untuk menaikkan tingkat produksi, menambah tenaga kerja, serta meningkatkan aktivitas pembelian bahan baku.

Namun demikian, Bhatti juga mencatat tekanan harga masih cukup tinggi di sektor manufaktur, karena produsen masih menghadapi kenaikan biaya produksi akibat meningkatnya harga bahan baku.

“Tekanan harga masih tetap tinggi, dengan produsen mencatat kenaikan beban biaya rata-rata di tengah laporan kenaikan harga bahan baku. Dengan demikian, tingkat inflasi merupakan yang paling rendah sejak bulan Agustus lalu yang kemudian mendorong kenaikan tingkat rendah pada harga dari pabrik,” kata Bhatti.

Indeks Kepercayaan Industri di level ekspansi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Februari 2026 atau Ramadan 1447 Hijriah, berada di level ekspansi yakni di angka 54,02 poin.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan berdasarkan hasil survei, dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 19 subsektor berada pada fase ekspansi dan hanya empat subsektor yang mengalami kontraksi.

Meski IKI Februari ini sedikit melambat 0,10 poin secara bulanan, menurut Febri, subsektor yang berada pada fase ekspansi berkontribusi sebesar 92,9 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Adapun dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman, serta industri alat angkutan lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)