Dapur Umum di Kalinyamatan Jepara Layani Ribuan Warga Terdampak Banjir

Dapur umum yang didirikan di Jepara untuk korban banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani

Dapur Umum di Kalinyamatan Jepara Layani Ribuan Warga Terdampak Banjir

Rhobi Shani • 14 January 2026 12:19

Jepara: Intensitas hujan tinggi dan meluapnya aliran sungai membuat beberapa desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terdampak bencana banjir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama para relawan mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, membeberkan sebanyak 2.137 nasi bungkus sudah didistribusikan kepada para warga yang terdampak banjir. "Total sementara yang sudah disalurkan sebanyak 2.137 untuk desa Gerdu, Batukali, dan Sowan Kidul," ujar Arwin, Rabu, 14 Januari 2026. 

Arwin merinci, pendistribusian dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Untuk Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, disalurkan 525 bungkus nasi. Selanjutnya, 675 bungkus diberikan kepada warga Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan. Sementara di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, sebanyak 937 bungkus telah diterima warga terdampak.
 


"Untuk Desa Ketilengsingolelo dan Welahan, Kecamatan Welahan ada dapur mandiri yang disiapkan oleh Pemerintah Desa. Kurang lebih kebutuhan sebanyak 250," ujar Arwin. 

Dapur umum yang berlokasi di Kantor Kecamatan Kalinyamatan ini diperuntukkan bagi korban banjir di Kecamatan Kedung, Kalinyamatan, hingga Pecangaan. Dapur umum tersebut telah beroperasi sejak Selasa malam, 13 Januari 2026.


Kondisi banjir yang masih menggenang di Welahan Jepara. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani


Sebelumnya, dapur umum BPBD berada di Damarwulan, Kecamatan Keling untuk menyuplai kebutuhan makanan di lokasi bencana longsor Desa Tempur, Kecamatan Keling. Namun, karena logistik mulai tersedia, dapur umum kemudian dialihkan untuk melayani korban banjir.

"Warga Tempur sudah bisa masak sendiri. Pemdes Tempur membuka dapur umum di sana untuk men-supply warga dan relawan yang kerja bakti," ungkap Arwin. 

Banjir yang melanda Kabupaten Jepara juga membuat sejumlah warga memilih mengungsi, termasuk di Desa Welahan dan Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan. Hingga Selasa, 14 Januari 2026, tercatat setidaknya 35 warga dari kedua desa tersebut berada di posko pengungsian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)