Ratusan Warga Suriah Hadiri Pemakaman Korban Ledakan Masjid Homs

Kondisi kerusakan sebuah masjid di Suriah yang terkena ledakan bom. (Anadolu Agency)

Ratusan Warga Suriah Hadiri Pemakaman Korban Ledakan Masjid Homs

Willy Haryono • 28 December 2025 17:01

Homs: Ratusan pelayat berkumpul di tengah guyuran hujan dan udara dingin di luar sebuah masjid di Homs, Suriah pada Sabtu kemarin. Sehari sebelumnya, serangan bom di lokasi tersebut menewaskan delapan orang dan melukai 18 lainnya.

Dikutip dari TRT World, Minggu, 28 Desember 2025, kerumunan pelayat berkumpul di dekat Masjid Imam Ali ibn Abi Talib di kawasan Wadi al-Dhahab, sebelum kemudian beriringan dalam konvoi kendaraan untuk memakamkan para korban.

Pejabat setempat menyatakan hasil penyelidikan awal menunjukkan bahan peledak ditanam di dalam masjid. Namun, hingga kini belum ada tersangka yang diumumkan secara resmi kepada publik.

Sebuah kelompok yang relatif tidak dikenal, Saraya Ansar al Sunna, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pernyataan di kanal Telegram mereka. Dalam klaim itu, kelompok tersebut menyebut serangan ditujukan untuk menargetkan warga dari kelompok minoritas Alawite.

Kelompok yang sama sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri pada Juni lalu, ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan lalu meledakkan rompi bom di dalam sebuah gereja Ortodoks Yunani di Dweil’a, pinggiran Damascus, yang menewaskan 25 orang saat ibadah Minggu.

Seorang tetangga masjid yang meminta diidentifikasi hanya dengan nama panggilan Abu Ahmad karena alasan keamanan mengatakan dirinya berada di rumah ketika mendengar suara “ledakan yang sangat, sangat kuat.” Ia bersama warga lain kemudian bergegas ke masjid dan melihat orang-orang ketakutan berlarian keluar.

Mereka masuk ke dalam masjid dan berupaya menolong korban luka di tengah darah dan potongan tubuh yang berserakan di lantai. Meski lingkungan tersebut mayoritas dihuni warga Alawite, Abu Ahmad menegaskan masjid itu selalu terbuka bagi siapa pun untuk beribadah.

“Ini rumah Tuhan,” katanya. “Pintu masjid terbuka untuk semua orang. Tidak pernah ada yang bertanya. Siapa pun yang ingin masuk, boleh masuk.”

Pada Sabtu, para pelayat tidak dapat masuk ke dalam masjid untuk berdoa karena lokasi kejadian masih dipasangi garis pengamanan. Mereka akhirnya melaksanakan doa di luar area masjid.

Baca juga:  Sekjen PBB Kutuk Keras Serangan Mematikan di Masjid Homs Suriah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)