Kepala Sekolah di Thailand Tewas Ditembak Remaja Bersenjata

Aparat kepolisian Thailand memasang garis polisi di lokasi penembakan. (Anadolu Agency)

Kepala Sekolah di Thailand Tewas Ditembak Remaja Bersenjata

Willy Haryono • 12 February 2026 15:34

Hat Yai: Seorang kepala sekolah perempuan tewas setelah ditembak seorang remaja bersenjata dalam insiden penyanderaan di Sekolah Phatong Prathankiriwat, Distrik Hat Yai, Thailand selatan, Rabu, 11 Februari 2026, sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

Sedikitnya dua siswa dilaporkan mengalami luka-luka dalam penembakan tersebut.

Dilansir dari Independent, Kamis, 12 Februari 2026, otoritas provinsi menyatakan pelaku berusia antara 17 hingga 19 tahun memasuki area sekolah dalam kondisi gelisah sambil membawa senjata api dan melepaskan tembakan. Ia kemudian menyandera kepala sekolah, Sasiphat Sinsamosorn, dan menembaknya di bagian dada serta tubuh.

Kementerian Kesehatan Thailand menyebut korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi, namun meninggal dunia sekitar pukul 02.00 dini hari Kamis, 12 Februari 2026, akibat luka serius dan kehilangan banyak darah. Seorang siswi dilaporkan tertembak, sementara satu siswa lainnya terluka setelah melompat dari gedung karena panik.

Polisi mengepung sekolah setelah menerima laporan tembakan, membuat siswa dan guru sempat terkurung di ruang kelas saat gedung dikunci. Setelah kebuntuan sekitar dua jam, pelaku akhirnya menyerahkan diri kepada aparat dalam kondisi terluka akibat tembakan.

Senjata yang digunakan pelaku dilaporkan berupa pistol 9 milimeter yang dicuri dari seorang polisi. Sebelumnya, aparat menerima laporan tentang seorang pria yang diduga berada di bawah pengaruh narkoba dan bertindak agresif di wilayah Ban Phru. Ia disebut sempat mengejar petugas dengan kapak, merusak kendaraan polisi, mencuri senjata, lalu melarikan diri menggunakan sepeda motor menuju sekolah.

Sejumlah saksi menduga pelaku mencari seorang guru yang pernah mendisiplinkan saudarinya dan sempat mengancam akan melakukan kekerasan jika tidak dipertemukan. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan polisi belum mengungkap motif resmi.

Dalam pernyataan di media sosial, pihak sekolah menyampaikan duka cita atas wafatnya korban dan mengenangnya sebagai sosok yang penuh kebaikan.

Kekerasan bersenjata bukan hal baru di Thailand, di mana kepemilikan senjata api—baik legal maupun ilegal—relatif luas. Negara tersebut sebelumnya juga mengalami sejumlah insiden penembakan besar, termasuk kasus di pusat perbelanjaan pada 2023 serta penembakan massal 2022 yang menewaskan sedikitnya 37 orang, sebagian besar anak-anak. (Keysa Qanita)

Baca juga: Lima Orang Tewas dalam Penembakan Massal di Pasar Thailand

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)