Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Bukan Cuma Label, Ini Peran Digitalisasi dalam Memperkuat Ekosistem Halal
Eko Nordiansyah • 11 February 2026 14:05
Jakarta: Digitalisasi menjadi kunci penting kokohnya ekosistem industri halal di Indonesia. Dengan kemudahan akses sertifikasi dan pemasaran produk secara daring, teknologi terbukti menjadi mesin penggerak yang vital bagi stabilitas dan kemajuan ekonomi negara.
Lantas, apa saja peran krusial digitalisasi dalam memperkuat industri halal? Berikut penjelasannya, merangkum dari berbagai sumber:
1. Transparansi rantai pasok
Berkat teknologi blockchain, kini setiap jejak bahan baku dapat dilacak secara akurat untuk menjamin keaslian status halalnya. Melalui teknologi ini konsumen dapat melacak asal usul bahan baku secara real time.Contohnya, pada produk daging ayam, konsumen dapat mengetahui dari mana ayam berasal, lokasi pemotongan hingga logistik pengirimannya.
2. Pendaftaran sertifikasi halal
Mengutip laman BPJPH, mengurus sertifikasi halal kini dapat dilakukan secara daring melalui website ptsp.halal.go.id. Berkat kemudahan akses ini, para pelaku usaha tidak perlu datang ke kantor Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) karena sistem sudah satu pintu untuk mengurus sertifikasi halal seperti pembuatan akun, pengisian produk/bahan, sidang fatwa hingga penerbitan sertifikat secara elektronik.Baca Juga :
5 Peran Krusial Digitalisasi Perkuat Industri Halal, dari Blockchain hingga AI

(Ilustrasi ekosistem halal. Foto: Dok Pemerintah Kota Tangerang)
3. Penguatan keuangan syariah
Digitalisasi keuangan telah menjadi tulang punggung yang memperkokoh ekosistem industri halal melalui integrasi fintech syariah, digitalisasi zakat, dan sistem pembayaran digital. Kehadiran fintech syariah memberikan napas baru bagi para pelaku usaha, khususnya UMKM, dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih inklusif dan fleksibel tanpa harus melalui prosedur perbankan konvensional yang lebih rumit.4. Pemasaran digital
Pemasaran produk halal kini dapat dilakukan secara online, baik melalui e-commerce maupun platform sosial media. Dengan adanya teknologi digital, pengusaha halal dapat semakin mudah untuk memasarkan produknya sehingga dapat memperluas jangkauan pasar, membangun brand awareness, serta meningkatkan penjualan dengan biaya lebih rendah.5. Analisis konsumen dan inovasi produk
Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan Big Data membantu memprediksi tren pasar, menganalisis perilaku konsumen, serta mempercepat inovasi produk halal sesuai kebutuhan. Dengan menggunakan AI pelaku industri dapat memahami perilaku konsumen secara mendalam, sehingga inovasi produk halal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.Itu dia lima peran teknologi digital dalam penguatan Industri halal. Berkat kecanggihan teknologi, pengusaha tak hanya memperoleh keuntungan namun dapat semakin mengenalkan industri halal ke seluruh dunia. (Surya Mahmuda)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com