Umat Muslim di Uni Emirat Arab akan memulai Ramadan diprediksi pada 19 Februari 2026. Foto: Times of India
Ramadan 2026 Diprediksi Mulai 19 Februari, UEA Siapkan Penetapan Hilal
Fajar Nugraha • 10 February 2026 15:40
Dubai: Umat Muslim di Uni Emirat Arab (UEA) dan berbagai negara Teluk bersiap menyambut Ramadan 2026, sidang Isbat tetap menjadi penentu.
Ramadan jatuh pada bulan kesembilan dalam kalender Hijriah yang menjadi masa ibadah puasa, doa, serta refleksi spiritual. Penetapan awal dan akhir Ramadan tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal yang diumumkan otoritas resmi menjelang bulan tersebut.
Berdasarkan perhitungan astronomi, bulan baru diperkirakan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 16.01 waktu setempat UEA, namun kemungkinan sulit terlihat karena terbenam tidak lama setelah matahari. Jika hilal tidak teramati, Rabu, 18 Februari 2026 akan menjadi hari ke-30 Syaban dan Ramadan diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sejumlah pakar astronomi di Dubai menyebut kemungkinan Ramadan dimulai pada 19 Februari lebih besar, meski di beberapa wilayah dengan kondisi visibilitas berbeda, awal puasa dapat jatuh sehari lebih awal. Penetapan resmi tetap berada di tangan komite rukyat di UEA, Arab Saudi, dan Negara Teluk lainnya.
Durasi Ramadan 2026 diperkirakan berlangsung selama 29 hari, dengan hari terakhir puasa jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Apabila hilal Syawal tidak terlihat pada malam ke-29 Ramadan, maka puasa akan digenapkan menjadi 30 hari hingga Jumat, 20 Maret 2026.
Idulfitri sebagai penanda berakhirnya Ramadan diperkirakan dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026 jika puasa berlangsung 29 hari, atau Sabtu, 21 Maret 2026 jika digenapkan menjadi 30 hari. Di kawasan Teluk, Idulfitri umumnya ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk mendukung kegiatan ibadah dan silaturahmi.
Dilansir dari media The Times of India, dikarenakan Ramadan 2026 jatuh pada akhir musim dingin, durasi puasa diperkirakan lebih singkat dibandingkan bulan-bulan musim panas, dengan waktu puasa maksimum sekitar 13 jam 25 menit. Puasa dimulai sejak waktu Subuh dan berakhir saat Magrib, mengikuti peredaran matahari harian.
Kementerian dan otoritas keagamaan di UEA menegaskan bahwa penentuan Ramadan tetap mengikuti tradisi rukyatul hilal.
“Penetapan awal dan akhir bulan Hijriah tidak hanya berdasarkan perhitungan astronomi, tetapi juga pengamatan langsung sesuai syariat,” demikian keterangan otoritas setempat.
Bagi warga UEA, Ramadan biasanya disertai penyesuaian jam kerja dan sekolah, publikasi jadwal salat dan imsakiyah, serta meningkatnya kegiatan sosial dan amal. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi hasil pengamatan bulan untuk kepastian jadwal Ramadan 2026.
(Keysa Qanita)