Menhut Minta Seluruh Pihak Antisipasi Karhutla Akibat El Nino

Konpers Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta. Foto: Dok. Kemenhut.

Menhut Minta Seluruh Pihak Antisipasi Karhutla Akibat El Nino

Fachri Audhia Hafiez • 10 August 2026 19:24

Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat El Nino. Dia mengingatkan dampak El Nino kuat pada 2015.

“Kita benar-benar harus waspada soal Karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah Elnino Sangat Kuat. Sering disebut El Nino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku. Menurut BMKG kemungkinan El Nino sama kuatnya dengan Elnino 2015,” kata Raja Juli usai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
 


Rapat koordinasi tingkat menteri tersebut dihadiri oleh Menko Polkam Djamari Chaniago, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebagai langkah penguatan kesiapsiagaan nasional. 

Raja Juli mengatakan bahwa dampak El Nino kuat pada 2015 melumpuhkan berbagai sektor publik. Hal ini akibat terbakarnya 2,6 juta hektare hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.

“Seperti diketahui pada 2015, 2,6 juta hektar hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang ISPA,” ucap Raja Juli.


Tim Siaga Karhutla Satuan Brimob Polda Kalsel saat melakukan pemadaman karhutla di kawasan Jalan Pandarapan, Kelurahan Guntung Manggis, Banjarbaru. Foto: ANTARA/Firman.

Guna mencegah terulangnya bencana ekologis tersebut, Menhut menegaskan larangan keras bagi masyarakat maupun korporasi untuk membuka lahan dengan cara membakar. Pihaknya tak segan membawa para pelanggar ke jalur hukum.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kecerobohan sekecil apa pun di area rawan dapat berakibat fatal selama masa kemarau ekstrem ini.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, baik masyarakat maupun korporasi. Sesederhana membuang puntung rokok saja bisa berakibat fatal. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)