Kapal-kapal yang berada di Selat Hormuz. Foto: Anadolu
Iran: Kesepakatan Selat Hormuz dengan Oman Hampir Rampung, AS Harus Penuhi Syarat
Muhammad Reyhansyah • 10 August 2026 11:05
Teheran: Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman mengenai pengaturan baru pelayaran di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.
Namun, Teheran menegaskan jalur pelayaran strategis tersebut baru akan dibuka kembali setelah Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah persyaratan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kesepakatan itu akan mengatur jalur pelayaran baru yang akan digunakan setelah AS memenuhi komitmennya dan Selat Hormuz kembali dibuka.
"Kesepakatan mengenai selat itu telah memasuki tahap akhir," kata Araghchi, seperti dikutip kantor berita Mehr via AsiaOne, Senin, 10 Agustus 2026.
Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan bahwa kesepakatan antara Iran dan Oman hampir tercapai dan dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu dekat.
Meski demikian, Araghchi menegaskan Iran belum akan memulai kembali perundingan langsung dengan Washington selama AS masih melanggar nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni lalu. Ia mengatakan komunikasi antara kedua negara saat ini hanya berlangsung melalui pihak perantara.
Iran juga menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada sejumlah syarat, termasuk kompensasi dari AS atas serangan yang dilakukan terhadap Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Baqer Zolqadr menambahkan syarat lainnya meliputi penghentian ancaman dan agresi AS terhadap Iran serta sekutunya, pencabutan blokade dan sanksi terhadap Iran, serta pembebasan aset-aset Iran yang dibekukan.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington saat ini mengambil pendekatan yang lebih menahan diri terhadap Iran.
"Kami hanya bernegosiasi sebagian dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka kehabisan uang," kata Trump dalam wawancara dengan Axios.
Di tengah proses tersebut, kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco di Arab Saudi menggunakan drone. Kementerian Energi Arab Saudi mengonfirmasi terjadi kebakaran di kilang tersebut, namun menyatakan api telah berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa.