Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan) berdialog dengan salah satu siswa Sekolah Rakyat Tika Pertiwi saat meninjau kesiapan gedung rintisan pada program Sekolah Rakyat di Kawasan Sekolah Penerbangan Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Bant
Seskab Motivasi Siswa Sekolah Rakyat Berani Bermimpi Besar
Anggi Tondi Martaon • 8 August 2026 22:07
Jakarta: Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memotivasi siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat untuk berani bermimpi dan memiliki cita-cita besar. Hal itu dinilai untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Pesan tersebut disampaikan Teddy saat meninjau kesiapan gedung rintisan program Sekolah Rakyat di Kawasan Sekolah Penerbangan Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu.
"Adik-adik di sini silakan bermimpi besar, silakan bercita-cita besar. Mudah-mudahan semua cita-citanya terkabul," kata Teddy dikutip dari Antara, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Teddy mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pembelajaran akademik. Namun, juga membekali siswa dengan nilai-nilai kehidupan, termasuk etika, sopan santun, dan adab.
Menurut Teddy, pendidikan karakter tersebut penting. Sehingga, siswa tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu menjalani kehidupan dengan baik.
"Insya Allah adik-adik di sini di Sekolah Rakyat tidak hanya diajari ilmu pengetahuan, tidak hanya dibekali ilmu pelajaran, tetapi adik-adik di sini diajari bagaimana hidup yang baik, beretika yang baik, sopan santun kepada orang tua, kepada guru, kepada teman, kepada sesama," ungkap Teddy.
Dalam kesempatan itu, Teddy juga mengingatkan siswa dan calon siswa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama dan kedua.
Dia meminta siswa dan calon siswa membiasakan diri berdoa sebelum melakukan sesuatu dan bersyukur setelah menyelesaikannya. Sementara dari sila kedua, siswa diingatkan untuk menjunjung sikap kemanusiaan yang adil dan beradab.
Dalam tinjauannya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf tersebut, Teddy juga sempat berdialog dengan sejumlah siswa dan calon siswa Sekolah Rakyat untuk mengetahui latar belakang serta alasan mereka ingin melanjutkan pendidikan.
Salah satunya Tika Pertiwi, siswi dari Jakarta Selatan, yang mengaku sempat terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP. Dia mengatakan ayahnya bekerja sebagai buruh atau kuli bangunan, sedangkan ibunya telah meninggal dunia sekitar empat bulan lalu.

Seskab Teddy Indra Wijaya. Foto: Antara.
Ketika ditanya mengenai cita-cita, Tika menjawab ingin menjadi psikolog. Teddy kemudian menanyakan pengalaman Tika selama mengikuti Sekolah Rakyat, termasuk mengenai kebutuhan sekolah, makanan, dan asrama.
"Jadi kalau sekolah kita semua peralatan sekolah, keperluan sekolah, keperluan pribadi itu semua sudah disiapkan oleh pihak sekolah. Kalau makan kita makan tiga kali sehari, kadang saya juga nambah. Teman-temannya semua asik-asik, guru-gurunya baik-baik, wali asrama semuanya itu sayang sama kita," kata Tika.
Teddy juga berdialog dengan Rizki Saputra Gonzales dari Jakarta Utara yang sebelumnya putus sekolah dan ingin kembali bersekolah. Rizki mengatakan dirinya ingin membahagiakan kedua orang tuanya yang telah meninggal dan bercita-cita menjadi anggota TNI.
Teddy menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dibangun agar anak-anak yang tidak pernah bersekolah maupun yang putus sekolah mendapatkan kesempatan untuk kembali memperoleh pendidikan.
Dia juga meminta agar kondisi kesehatan Rizki yang mengalami gangguan pada penglihatan segera diperiksa. Teddy memastikan Rizki dapat memperoleh penanganan kesehatan, termasuk kacamata apabila memang dibutuhkan.
"Oke, nanti langsung dibawa ke rumah sakit, kita cek kalau matanya ada kekurangan diobati. Kalau harus pakai kacamata diberi kacamata. Oke, jangan khawatir ya semua baik-baik saja," kata Seskab.
Teddy mengatakan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah.
Dia menyebut sebanyak 165 Sekolah Rakyat telah terbentuk pada 2025. Sementara pada 2026, terdapat tambahan 100 sekolah baru.
Menurut Teddy, program tersebut merupakan keinginan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh anak Indonesia dapat memperoleh kesempatan bersekolah, termasuk mereka yang tidak pernah bersekolah maupun yang terpaksa putus sekolah.
"Yang dulunya tidak pernah bercita-cita, belum punya mimpi, hingga dia nanti akhirnya bisa bermimpi dan bercita-cita besar," kata Seskab Teddy.