Trump Sebut Perang Iran ‘Masalah Kecil’ di Bulan Ketujuh Konflik

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Sebut Perang Iran ‘Masalah Kecil’ di Bulan Ketujuh Konflik

Willy Haryono • 5 September 2026 11:58

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang AS dan Israel melawan Iran yang kini memasuki bulan ketujuh sebagai “masalah kecil” (small potatoes), meski konflik tersebut telah menewaskan 18 tentara AS dan mendorong kenaikan harga energi global.

Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat kemarin ketika ditanya wartawan mengenai perkembangan konflik tersebut.

Mengutip Al Jazeera, Sabtu, 5 September 2026, Trump membandingkan operasi militer terhadap Iran dengan sejumlah kampanye militer AS lainnya, termasuk operasi pada 3 Januari yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Menurut Trump, skala pertempuran dengan Iran tidak sebanding dengan operasi militer AS sebelumnya.

“Ini bukan perkara besar,” ujar Trump saat menguraikan pandangannya mengenai intensitas serangan tersebut.

“Kita menyelesaikan masalah Venezuela, dan kita juga melakukan yang ini. Di Venezuela, kita tidak kehilangan satu orang pun. Sementara di sini, kita kehilangan 18 orang,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara penandatanganan dokumen di Ruang Oval. Trump ketika itu diminta menanggapi komentar Wakil Presiden JD Vance mengenai kondisi konflik.

Sehari sebelumnya, Vance mengindikasikan bahwa konflik AS-Iran telah mereda, meski pasukan kedua negara baru saja terlibat aksi saling tembak.

“Saya tidak akan menyebutnya sebagai perang. Saat ini, tidak ada aksi tembak-menembak yang aktif,” ujar Vance.

Vance juga mengatakan operasi tempur utama hanya berlangsung selama sekitar enam minggu, meski dia mengakui konflik sempat kembali memanas di sejumlah titik.

“Saya mengakui memang ada beberapa titik di mana konflik ini kembali memanas,” katanya.

Memasuki bulan ketujuh, konflik dengan Iran dilaporkan masih menghadapi penolakan dari sebagian besar publik Amerika Serikat. Survei Reuters yang dirilis pada Senin lalu menunjukkan hampir enam dari 10 warga dewasa AS tidak menyetujui serangan militer terhadap Iran.

Penolakan publik tersebut muncul ketika konflik terus berlangsung tanpa kepastian mengenai kapan dan bagaimana pertempuran akan berakhir. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Trump Sebut AS Melawan Iran Demi Melindungi Israel

(Willy Haryono)