Korban Tewas Akibat Banjir di Nepal Bertambah Jadi 97 Jiwa

Banjir bandang yang menerpa Nepal. Foto: Xalertnow

Korban Tewas Akibat Banjir di Nepal Bertambah Jadi 97 Jiwa

Fajar Nugraha • 26 August 2026 23:01

Kathmandu: Setidaknya 97 orang tewas dan ratusan lainnya hilang di Nepal dan wilayah Tibet, Tiongkok, pada Rabu 26 Agustus 2026 setelah gelombang banjir menerjang lembah sungai dan menghancurkan permukiman.

"Jumlah orang yang belum diketahui nasibnya belum dapat dipastikan, termasuk personel di empat pos polisi Nepal dan petugas bea cukai di perbatasan darat dengan Tiongkok," kata Abi Narayan Kafle, juru bicara Kepolisian Nepal, seperti dikutip dari The New York Times.

Baca juga:  Banjir Bandang Terjang Nepal Utara, Banyak Warga Dikhawatirkan Tewas

Pasukan keamanan yang dipimpin oleh Angkatan Darat Nepal menyatakan bahwa 114 orang telah dievakuasi melalui udara ke tempat yang aman.

Sementara Shailendra Thapa, juru bicara Kepolisian Bersenjata mengatakan,  tim penyelamat telah mengevakuasi 97 jenazah sementara 54 orang berhasil diselamatkan dari wilayah yang terdampak banjir.



Sebelumnya, saat memberikan laporan mengenai bencana tersebut kepada parlemen, Menteri Luar Negeri Nepal Sishir Khanal menyatakan bahwa sejumlah pejabat, tentara, dan polisi termasuk di antara mereka yang hilang setelah barak mereka tersapu banjir bandang. Sedangkan secara terpisah, Dewan Pariwisata Nepal mencatat ada 384 orang yang dilaporkan hilang.

"Pihak berwenang sedang berupaya memverifikasi keberadaan serta status keselamatan para wisatawan dan pelancong yang berada atau sedang melintasi wilayah terdampak," ungkap dewan tersebut.

Namun, kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, melaporkan adanya korban jiwa dalam jumlah "signifikan" di titik perlintasan Gyirong, di perbatasan dengan Nepal. 

Rekaman pengawas yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi oleh The New York Times memperlihatkan kerumunan orang berlari di jalan dekat titik perlintasan tersebut sesaat sebelum aliran air deras dan awan tebal menyapu area parkir serta bangunan di sekitarnya, hingga menghancurkan kawasan itu.

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memerintahkan otoritas setempat untuk "mengerahkan segala upaya" guna mencari dan menyelamatkan warga yang hilang.

Penyebab bencana ini belum diketahui secara pasti, meskipun Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menyatakan bahwa pemerintah telah menerima informasi awal mengenai terjadinya longsoran pada Rabu pagi di wilayah yang terdampak. 

Para ilmuwan yang meneliti bencana ini memperkirakan bahwa peristiwa tersebut merupakan longsoran es yang dipicu oleh bongkahan es besar yang lepas dari gletser.

"Tidak ada hujan di Nepal, jadi kami sama sekali tidak menduga akan terjadi hal seperti ini," ujar Narendra Pariyar, pejabat tinggi distrik Rasuwa, salah satu wilayah yang terdampak banjir.

Sebanyak 384 wisatawan, termasuk 291 warga negara asing, dilaporkan hilang di Nepal, menurut pernyataan badan pariwisata negara tersebut. Mereka yang hilang mencakup puluhan pengunjung dari India, belasan warga Inggris, dan setidaknya tiga warga Amerika Serikat. 

Warga negara dari Australia, Belanda, Malaysia, dan Afrika Selatan juga termasuk di antara mereka yang hilang. Ribuan orang tinggal di permukiman tepi sungai di bagian hilir lokasi banjir. 

Pihak berwenang belum memberikan estimasi mengenai jumlah orang yang hilang maupun tingkat kerusakan, namun mereka menyatakan bahwa sejumlah jembatan, sekolah, dan proyek pembangkit listrik tenaga air telah tersapu oleh banjir.

(Fajar Nugraha)