Pertama dalam Sejarah Inggris, Raja Charles III Akan Rilis Laporan Pajak Pribadi

Raja Charles III dari Kerajaan Inggris. (Anadolu Agency)

Pertama dalam Sejarah Inggris, Raja Charles III Akan Rilis Laporan Pajak Pribadi

Willy Haryono • 21 June 2026 17:44

London: Raja Charles III untuk kali pertama akan mengungkap informasi mengenai laporan tagihan pajak pribadinya sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi keuangan keluarga kerajaan Inggris.

Buckingham Palace menyatakan langkah tersebut dilakukan atas keinginan langsung Charles III dan menjadi bagian dari proses modernisasi monarki sejak ia naik takhta pada 2022.

Juru bicara istana mengatakan laporan pajak pribadi sang raja akan dipublikasikan pada Kamis mendatang bersamaan dengan laporan tahunan keuangan kerajaan.

“Keputusan untuk melakukannya sebagai penguasa diambil atas keinginan Raja sendiri, sebagai bagian dari penyesuaian yang dilakukan sejak masa aksesi,” kata juru bicara Buckingham Palace, seperti dilansir dari France 24, Minggu, 21 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa tujuan langkah tersebut adalah memberikan penjelasan yang lebih jelas dan mudah dipahami mengenai seluruh aspek keuangan kerajaan, sekaligus menempatkannya dalam konteks sejarah dan konstitusional.

“Secara sederhana, kami terus melakukan modernisasi dan berkembang,” ujarnya.

Pertama dalam Sejarah Monarki Inggris

Menurut laporan media Inggris, Charles III akan menjadi raja pertama yang secara sukarela mengungkap rincian pajak pribadinya kepada publik.

Di bawah hukum Inggris, penguasa monarki tidak diwajibkan membayar pajak penghasilan, pajak keuntungan modal (capital gains tax), maupun pajak warisan. Namun sejak 1993, mendiang Queen Elizabeth II secara sukarela membayar pajak penghasilan dan pajak keuntungan modal.

Sebelum menjadi raja, King Charles III juga secara rutin mengungkap jumlah pajak yang dibayarkannya ketika masih menyandang gelar Pangeran Wales.

Sorotan terhadap Keuangan Kerajaan

Pengumuman tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi keuangan keluarga kerajaan Inggris.

Dalam beberapa tahun terakhir, citra monarki sempat terdampak oleh berbagai kontroversi yang melibatkan adik Raja Charles III, Pangeran Andrew.

Sorotan kembali menguat setelah auditor pemerintah mengungkap bahwa Andrew memperoleh pendapatan pribadi dari penyewaan sejumlah properti selama lebih dari dua dekade dengan membayar sewa simbolis yang sangat rendah kepada negara.

Hubungan Andrew dengan mendiang Jeffrey Epstein juga sebelumnya memicu kritik terhadap keluarga kerajaan.

Sumber Pendapatan Raja

Selain menerima dana resmi melalui Sovereign Grant yang dialokasikan pemerintah untuk mendukung tugas-tugas kenegaraan, raja juga memiliki sumber pendapatan pribadi.

Salah satu sumber utama tersebut berasal dari Duchy of Lancaster, portofolio aset bersejarah yang mencakup tanah, properti, dan berbagai investasi.

Menurut data terbaru, Duchy of Lancaster menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 26,8 juta pound sterling atau sekitar 35,6 juta dolar AS bagi Raja Charles III pada tahun fiskal 2024-2025.

Langkah keterbukaan yang diumumkan Charles III dipandang sebagai bagian dari upaya keluarga kerajaan untuk meningkatkan akuntabilitas publik sekaligus mempertahankan relevansi institusi monarki di era modern.

Baca juga:  Candaan Raja Charles III untuk Trump: Tanpa Inggris, Warga AS Bicara Bahasa Prancis

(Willy Haryono)