7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026, dari Bola Pintar hingga AI

Piala Dunia. Foto: Dok FIFA.

7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026, dari Bola Pintar hingga AI

Putri Purnama Sari • 19 June 2026 12:12

Jakarta: Piala Dunia tidak hanya menjadi panggung bagi para pemain sepak bola terbaik dunia, tetapi juga ajang unjuk kemampuan teknologi olahraga terkini. Seiring perkembangan zaman, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan akurasi keputusan wasit, pengalaman penonton, hingga analisis pertandingan.

Pada gelaran Piala Dunia 2026, sejumlah teknologi canggih kembali digunakan untuk mendukung jalannya pertandingan agar lebih adil, transparan, dan modern. Berikut beberapa teknologi canggih yang digunakan dalam ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Teknologi Canggih yang Dipakai di Piala Dunia 2016

1. Bola Pintar Adidas Trionda


Bola Trionda Piala Dunia 2026, dok: https://www.adidas.co.id/

Salah satu inovasi paling menarik di Piala Dunia 2026 adalah penggunaan bola resmi Adidas Trionda yang dibekali teknologi canggih. Bola ini memiliki sensor khusus yang mampu merekam berbagai pergerakan secara real-time. Di dalam salah satu panel bola tertanam sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang berfungsi mendeteksi akselerasi, rotasi, putaran, hingga kontak yang terjadi pada bola.

Sensor tersebut mampu menghasilkan hingga 500 pembacaan data per detik, sehingga membantu wasit dan tim VAR dalam mengambil keputusan yang lebih akurat selama pertandingan berlangsung.

2. Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT)

Teknologi offside semi otomatis generasi terbaru atau Advanced Semi-Automated Offside Technology (SAOT) menjadi salah satu andalan FIFA untuk mempercepat proses pengambilan keputusan offside.

Sistem ini memadukan kamera berkecepatan tinggi, sensor pada bola, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi posisi pemain secara presisi.

Selain itu, teknologi ini didukung pemindaian tiga dimensi yang mampu menciptakan avatar digital pemain. Sebanyak 16 kamera pelacak optik yang terpasang di setiap stadion menghasilkan jutaan titik data selama pertandingan untuk membantu menentukan posisi offside secara lebih cepat dan akurat. 3. Football AI Pro

Untuk memberikan akses teknologi yang setara kepada seluruh peserta, FIFA menghadirkan platform Football AI Pro. Platform berbasis kecerdasan buatan ini dikembangkan menggunakan jutaan data pertandingan dan ribuan metrik khusus sepak bola. Melalui sistem tersebut, seluruh tim peserta dapat memperoleh analisis taktik, performa fisik pemain, hingga evaluasi pertandingan secara mendalam.

FIFA berharap teknologi ini dapat mengurangi kesenjangan akses data antara tim besar dan negara debutan, sehingga kompetisi menjadi lebih adil dan ditentukan oleh strategi di lapangan. Tak hanya tim pelatih, para pemain juga dapat mengakses aplikasi khusus yang menyediakan laporan performa lengkap sesaat setelah pertandingan berakhir.

4. Kamera Tubuh untuk Wasit

Pada Piala Dunia 2026, wasit yang bertugas di lapangan juga dibekali kamera tubuh atau body cam. Perangkat ini memungkinkan penonton menyaksikan sudut pandang langsung dari wasit selama pertandingan berlangsung. Teknologi tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, tayangan yang sedang ditinjau melalui monitor VAR juga dapat ditampilkan secara langsung di layar stadion sehingga penonton mengetahui proses evaluasi yang dilakukan wasit.

5. Digital Twin untuk Pengelolaan Stadion

Teknologi Digital Twin turut dimanfaatkan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan para penonton. Setiap stadion yang digunakan dalam Piala Dunia 2026 memiliki replika virtual yang sangat detail. Sistem ini digunakan untuk memantau arus pergerakan penonton, kepadatan area tertentu, hingga penempatan petugas keamanan secara real-time.

Dengan teknologi tersebut, pengelola stadion dapat mengantisipasi antrean panjang di pintu masuk, area makanan, maupun fasilitas umum lainnya.

6. Robot Anjing untuk Keamanan


Robot Anjing Piala Dunia 2026, dok: https://www.unitree.com/

Inovasi unik lainnya adalah penggunaan robot berkaki empat yang menyerupai anjing untuk mendukung sistem keamanan. Robot ini dirancang untuk memasuki area yang dianggap berisiko tinggi ketika terjadi insiden. Melalui kamera dan sensor yang terpasang, robot dapat mengirimkan informasi secara langsung kepada petugas keamanan sebelum tindakan lanjutan dilakukan.

Teknologi tersebut diterapkan di sejumlah wilayah tuan rumah sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan selama turnamen berlangsung. 7. Facial Recognition Berbasis AI

Beberapa stadion di Amerika Serikat mulai menerapkan teknologi facial recognition atau pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini memungkinkan penonton yang telah terdaftar masuk ke stadion tanpa perlu menunjukkan tiket fisik. Selain sebagai akses masuk, teknologi pengenalan wajah juga dapat digunakan untuk mendukung sistem pembayaran digital yang lebih cepat dan praktis.

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mempercepat proses masuk stadion sekaligus meningkatkan pengalaman pengunjung selama menyaksikan pertandingan.

Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Unjuk Teknologi Masa Depan

Pemanfaatan berbagai teknologi canggih pada Piala Dunia 2026 menunjukkan bagaimana sepak bola terus beradaptasi dengan perkembangan era digital. Tidak hanya membantu wasit dalam mengambil keputusan, teknologi juga berperan besar dalam analisis pertandingan, pengelolaan stadion, hingga keamanan penonton.

Dengan hadirnya bola pintar, sistem offside semi otomatis, kecerdasan buatan, hingga teknologi pengenalan wajah, Piala Dunia 2026 menjadi salah satu turnamen sepak bola paling modern dalam sejarah.

(Arga Sumantri)