Putin Temui Ramaphosa, Abdel el-Sisi dan Anwar Ibrahim di Sela KTT ke-18 BRICS

Di sela KTT BRICS di New Delhi, Vladimir Putin bertemu pemimpin Afrika Selatan, Mesir dan Malaysia. (Anadolu Agency)

Putin Temui Ramaphosa, Abdel el-Sisi dan Anwar Ibrahim di Sela KTT ke-18 BRICS

Willy Haryono • 12 September 2026 09:01

New Delhi: Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di sela-sela KTT BRICS di New Delhi, India, Jumat, 10 September 2026.

Dikutip dari Yeni Safak, pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral, peningkatan perdagangan, serta kerja sama di berbagai sektor. Putin tiba di India pada Jumat untuk menghadiri KTT ke-18 BRICS yang berlangsung sepanjang akhir pekan.

Putin dan Ramaphosa Bahas Perdagangan Rusia-Afrika

Dalam pertemuan dengan Ramaphosa, Putin mengatakan hubungan Rusia dan Afrika Selatan berkembang positif di berbagai bidang, termasuk dialog politik, hubungan antarparlemen dan kerja sama kemanusiaan.

Putin juga mencatat perdagangan bilateral kedua negara terus meningkat. Moskow, kata dia, telah menambah kuota beasiswa bagi mahasiswa Afrika Selatan menjadi 100 orang untuk tahun akademik 2026-2027.

Putin turut menyampaikan apresiasi kepada Pretoria atas dukungannya terhadap sejumlah inisiatif Rusia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Putin, Rusia dan Afrika Selatan memiliki pendekatan yang serupa terhadap sejumlah persoalan internasional utama.

Ramaphosa kemudian berterima kasih kepada Putin atas dukungan Rusia terhadap kepemimpinan Afrika Selatan di G20. Ia juga memastikan Pretoria akan mengirim delegasi dalam jumlah besar ke KTT Rusia-Afrika yang dijadwalkan berlangsung di Moskow pada 28-29 Oktober mendatang.

Rusia-Mesir Perkuat Kerja Sama Energi dan Perdagangan

Dalam pertemuan dengan el-Sisi, Putin menyoroti pertumbuhan perdagangan Rusia-Mesir serta perkembangan sejumlah proyek bersama yang disebut berjalan sesuai jadwal meski menghadapi berbagai tantangan.

Putin mengundang el-Sisi untuk menghadiri KTT Rusia-Afrika di Moskow pada Oktober. Ia juga menegaskan bahwa posisi Mesir dalam berbagai isu regional dan global penting bagi Moskow.

El-Sisi mengatakan nilai perdagangan bilateral kedua negara telah melampaui USD10 miliar.

Presiden Mesir itu juga menyoroti kerja sama dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir El Dabaa yang dikerjakan perusahaan nuklir Rusia, Rosatom.

Selain energi nuklir, pasokan pangan menjadi perhatian Mesir. El-Sisi mengatakan negaranya sangat bergantung pada impor gandum dari Rusia dan Ukraina sehingga stabilitas pasokan menjadi salah satu perhatian utama Kairo.

Perdagangan Rusia-Malaysia Naik 12,9 Persen

Sementara dalam pertemuan dengan Anwar Ibrahim, Putin mengatakan perdagangan bilateral Rusia dan Malaysia meningkat 12,9 persen pada tahun lalu. Kedua pemimpin membahas peluang memperluas kerja sama di bidang energi, pendidikan, teknologi dan pariwisata.

Serangkaian pertemuan bilateral tersebut berlangsung menjelang KTT ke-18 BRICS yang digelar pada Sabtu dan Minggu.

KTT tersebut berfokus pada penguatan kerja sama multilateral di antara negara-negara ekonomi berkembang, sekaligus menjadi momentum bagi Rusia untuk memperluas hubungan dengan mitra di Afrika dan Asia.

Baca juga: Putin Tiba di India untuk hadiri KTT ke-18 BRICS

(Willy Haryono)