Indonesia Butuh 600 Ribu Talenta Digital per Tahun

President Director PT iTSEC Asia Patrick Dannacher. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Indonesia Butuh 600 Ribu Talenta Digital per Tahun

Metro TV • 10 September 2026 17:18

Jakarta: Indonesia membutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital berkualitas setiap tahun. Target tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) dan ekosistem digital.

President Director PT iTSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan saat ini terdapat sekitar 9 juta talenta digital yang akan bekerja dalam ekosistem digital baru. "Jumlah yang setara dengan penduduk Jakarta Pusat," ujar Patrick dalam kegiatan TECHPRESSO di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Patrick, kebutuhan talenta digital berkualitas masih menjadi tantangan. Indonesia disebut membutuhkan sekitar 600 ribu orang yang memahami persoalan AI dan keamanan digital untuk masuk ke pasar kerja setiap tahun.

"Namun, angka 600.000 bahkan lebih menakutkan, kita perlu mendatangkan sekitar 600.000 orang berkualitas yang memahami masalah ini ke pasar kerja setiap tahunnya," ungkap Patrick.

Patrick menilai pemenuhan kebutuhan tersebut tidak mudah. Pendidikan dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Forum diskusi TECHPRESSO. Foto: Medcom.id.

"Kita perlu memampukan mereka untuk belajar, memahami, dan mengerjakan hal tersebut," ujarnya.

Menurut Patrick, kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perkembangan AI. Tanpa talenta dengan kompetensi yang relevan, perkembangan teknologi tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

(Metrotvnews.com/Azri Arifin)

(Anggi Tondi)