Houthi mengonfirmasi serangan besar menggunakan puluhan rudal dan drone ke Arab Saudi. (Anadolu Agency)
Houthi Bertekad Lanjutkan Serangan Berskala Besar ke Arab Saudi
Willy Haryono • 8 September 2026 17:06
Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi asal Yaman mengonfirmasi telah melancarkan serangan besar-besaran dengan menggunakan rudal dan drone ke Arab Saudi pada Selasa, 8 September 2026, dan mengancam akan terus memperluas operasi hingga jauh ke dalam wilayah kerajaan tersebut.
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan kelompoknya mengerahkan puluhan rudal balistik dan drone dalam operasi yang disebutnya berskala besar.
Menurut Saree, serangan menyasar fasilitas perusahaan minyak Aramco di Abha, Najran, dan Jizan, serta Pangkalan Udara Khamis Mushait.
Ia mengklaim serangan tersebut dilakukan secara "presisi dan langsung" serta menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas yang menjadi sasaran.
Saree mengatakan operasi tersebut merupakan respons terhadap serangan udara Arab Saudi di Yaman. Ia mengklaim Riyadh melancarkan 121 serangan udara dalam tiga hari terakhir ke wilayah Marib, Al-Bayda, Al-Hudaydah, Taiz, dan Al-Jawf.
Houthi juga menuduh Arab Saudi menyerang Penjara Pusat Al-Hazm di Al-Jawf. Menurut kelompok tersebut, serangan menyebabkan korban di antara narapidana dan pengunjung, termasuk perempuan dan anak-anak.
"Kami akan melanjutkan operasi jauh di dalam wilayah Saudi, menargetkan pembangunan militer mereka, dan mengonsolidasikan persamaan 'blokade untuk blokade' sampai agresi dihentikan dan blokade terhadap negara kami tercinta dicabut," kata Saree, dikutip dari Anadolu Agency.
Puluhan Warga Arab Saudi Terluka
Pernyataan Houthi tersebut muncul beberapa jam setelah otoritas Arab Saudi melaporkan serangkaian serangan Houthi terhadap Abha, Khamis Mushait, Jizan, dan Najran menyebabkan sedikitnya 73 warga sipil terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.Kementerian Energi Arab Saudi juga melaporkan kebakaran di sejumlah fasilitas energi di wilayah selatan. Beberapa operasi di fasilitas yang menjadi sasaran untuk sementara dihentikan.
Juru bicara Koalisi Arab Saudi Mayor Jenderal Turki al-Maliki menyebut serangan Houthi sebagai "eskalasi berbahaya". Ia mengatakan koalisi akan mengambil seluruh langkah operasional yang diperlukan untuk mencegah serangan lanjutan dan menetralisasi sumber ancaman.
Eskalasi terbaru berlangsung ketika pasukan pemerintah Yaman mengklaim meraih kemajuan di sejumlah front melawan Houthi, termasuk di Al-Jawf, Al-Bayda, Taiz, dan Al-Hudaydah.
Pemerintah Yaman sebelumnya juga menyatakan telah mengambil keputusan untuk merebut kembali ibu kota Sana'a, yang dikuasai Houthi sejak 2014. Rincian operasi untuk merebut ibu kota tersebut belum diumumkan.
Konflik Yaman telah berlangsung sejak Houthi merebut Sana'a pada 2014. Arab Saudi kemudian memimpin koalisi militer yang melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Baca juga: Serangan Houthi di Arab Saudi Selatan Lukai 73 Warga Sipil