Sektor Pariwisata Perlu Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Jaga Kelestarian Budaya

Bali Tourism Awards (BTA) 2026. Foto: Istimewa.

Sektor Pariwisata Perlu Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Jaga Kelestarian Budaya

Rahmatul Fajri • 15 September 2026 21:29

Jakarta: Pembangunan sektor pariwisata Bali dinilai tidak boleh sekadar mengejar angka kunjungan wisatawan. Melainkan harus bertumpu pada pariwisata berkualitas yang berbasis kelestarian budaya dan lingkungan.

"Pariwisata Bali ke depan harus terus bergerak menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan," kata Gubernur Bali, I Wayan Koster melalui keterangannya, Selasa, 15 September 2026.

Hal ini disampaikan Koster dalam kegiatan Bali Tourism Awards (BTA) 2026 yang digelar di Bali Beach Convention Center, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Wellness Sanur, Bali. Kegiatan ini mengusung tema “Eleven Years of Excellence, Inspiring the Future” sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pelaku dan tokoh penopang pariwisata Bali.

Dalam ajang BTA 2026, panitia menyerahkan 38 penghargaan yang terbagi ke dalam tiga kategori utama. Rinciannya, 13 penghargaan individu dan pemimpin hospitality; 14 penghargaan kategori hotel, resort, dan vila; serta 11 penghargaan untuk sektor perusahaan dan institusi pendukung.

Sementara itu, anggota Dewan Penasihat (Board of Advisor) Bali Tourism Awards, Sandiaga Salahuddin Uno, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempertahankan daya saing Bali sebagai tolok ukur pariwisata dunia. 

“Pariwisata Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, namun tantangan ke depan membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, industri, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Melalui apresiasi seperti Bali Tourism Awards, kita mendorong para pelaku industri untuk terus meningkatkan kualitas dan menciptakan inovasi baru,” kata Sandiaga.


Ilustrasi, objek wisata Pura Ulun Danu Bedugul-Bali. Foto: Pexels.com.

Head of Program MM International BINUS Business School, Dewi Tamara, menambahkan transformasi sektor pariwisata berakar pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadapi perubahan global. 

"Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan pemimpin masa depan yang menggabungkan hospitality excellence, teknologi, kreativitas, dan keberlanjutan,” ujar Dewi.

Selain menghargai akomodasi dan tokoh individu, BTA 2026 menganugerahkan penghargaan Bali Leading Airline of The Year untuk sektor penerbangan, serta memberikan apresiasi bagi sektor pendukung seperti MICE, penataan kawasan wellness, atraksi budaya, kuliner, teknologi kreatif, hingga jasa konstruksi pariwisata.

President ITTA Foundation, Panca R. Sarungu, berharap momentum 11 tahun perjalanan BTA tidak berhenti pada aspek seremoni semata. Melainkan menjadi pemantik semangat bagi para pemangku kepentingan untuk menjaga standar pelayanan tinggi.

“Penghargaan ini harus menjadi tanggung jawab baru untuk terus berkembang, berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat SDM, dan membangun pariwisata Bali yang semakin berkelanjutan,” ungkap Panca.

(Siti Yona Hukmana)