Riwayat Panjang Tragedi di Segitiga Bermuda Indonesia

KMP Mutiara Sentosa I terbakar di perairan Masalembo. Foto: Istimewa

Riwayat Panjang Tragedi di Segitiga Bermuda Indonesia

Muhamad Marup • 17 September 2026 11:45

Jakarta: Daerah sekitar Pulau Masalembo yang terletak di Laut Jawa bagian timur memiliki riwayat tragis. Wilayah itu sering disebut sebagai 'Segitiga Bermuda Indonesia' yang kerap memakan korban.

Terbaru, Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 mengalami kemiringan dan kemudian terbalik pada 13 September 2026. Data per 15 September, ada 6 korban meninggal dunia dan  108 selamat, serta masih ada sekitar 129 orang dalam pencarian.

perairan Masalembo merupakan daerah pertemuan antara arus dari Laut Jawa, Selat Bali, Laut Flores dan Selat Makasar. Kondisi tersebut membuat perairan Masalembo disebut sebagai 'Segitiga Bermuda Indonesia'.

Dalam Jurnal berjudul Misteri Segitiga "Masalembo" Merupakan Segitiga Bermuda di Wilayah Indonesia (Harcici, 2017), menerangkan bahwa pada bulan-bulan   tertentu, perairan Masalembo memiliki kondisi cuaca yang sangat buruk. Ombak tinggi dan pusaran arus yang kuat menjadi pemicu kecelakaan kapal.

Daftar Kecelakaan di Perairan Masalembo

KMP Tampomas II

Kecelakaan yang menimpa KMP Tampomas II jadi awal tragedi paling terkenal. Pada 27 Januari 1981, KPM Tampomas II berlayar dari Jakarta menuju Sulawesi.

Ketika masuk perairan Masalembo, kapal tersebut karam. Ratusan penumpang kapal tewas dalam insiden tersebut.

Kapal Roro Senopati Nusantara

Perairan Masalembo mulai menyita perhatian pada tahun 2006. Sejak saat itu, kecelakaan hampir terjadi tiap tahun, salah satunya menimpa Kapal Senopati Nusantara pada 29 Desember 2026.

Kapal ini dinyatakan hilang sekitar pukul 03.00, 30 Desember  2006.  Pihak  KNKT menduga kapal ini tenggelam karena cuaca buruk.

Adam Air


Pesawat Adam Air. Foto: Istimewa

Kecelakaan juga menimpa pesawat terbang yaitu maskapai Adam Air. Pada 1 Januari 2007 pesawat rute Jakarta-Surabaya-Manado itu hilang dalam penerbangan di atas perairan Masalembo.

Sebelum hilang, pesawat tersebut sempat transit di Kota Surabaya. Kotak Hitam (Black Box) ditemukan di kedalaman 2.000 meter pada 28 Agustus 2007.

Seluruh penumpang dan awak kapal sejumlah 102 orang tewas dalam insiden tersebut.

KM Mutiara Indah, Fajar Mas, dan Sumber Awal

Tragedi di perairan Masalembo terus terjadi. Pada rentang waktu berdekatan, terjadi tiga kecelakaan.

KM Mutiara Indah tenggelam pada 19 Juli 2007, lalu KM Fajar Mas tujuh hari kemudian, dan KM Sumber Awal pada 16 Agustus 2007.

KM Teratai Prima

Pada 11 Januari 2009 kecelakaan kembali terjadi. Kali ini menimpa KM Teratai Prima yang tenggelam di perairan Masalembo. KM Teratai Prima melayani rute Samarinda–Parepare berangkat dari Pelabuhan Parepare hari Sabtu sekitar pukul 17.00 WITA.

Menurut awak kapal yang selamat, musibah kapal ini disebabkan oleh angin puting beliung yang menimbulkan gelombang setinggi 2 meter. 36 orang korban berhasil diselamatkan nelayan, sementara sisa lainnya hilang.

KMP Mutiara Sentosa I

Delapan tahun kemudian, insiden kembali terjadi di perairan Masalembo. KMP Mutiara Sentosa I rute Surabaya-Balikpapan mengalami kebakaran di perairan Masalembo, pada 19 Mei 2017. Kapal itu membawa 178 orang, terdiri dari 134 penumpang dan 44 anak buah kapal (ABK). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, awalnya terjadi kebakaran di car deck kapal, namun tidak bisa dipadamkan dan membesar.

Tim SAR berhasil mengevakuasi para penumpang dan sebagian besar penumpang yang terbakar di tengah laut berhasil diselamatkan. Sementara itu, nelayan setempat menemukan 5 jenazah di laut yang diduga merupakan penumpang KMP Mutiara Sentosa I.

(Muhamad Marup)