Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia Gunawan. Dok. Istimewa
Perdagangan Berjangka Dinilai Bisa Jadi Alternatif di Tengah Gejolak Ekonomi
Achmad Zulfikar Fazli • 15 June 2026 16:25
Jakarta: Perdagangan berjangka (futures trading) dinilai mulai dilirik sebagai instrumen investasi alternatif, terutama untuk melindungi nilai aset, di tengah gejolak ekonomi global. Namun, perlu edukasi langsung ke masyarakat untuk meningkatkan literasi dan mitigas risiko di industri ini.
Literasi tersebut dilakukan PT Dupoin Futures Indonesia di ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026. Perusahaan berupaya memperluas literasi keuangan dan memperkenalkan industri perdagangan berjangka kepada masyarakat luas.
Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia Gunawan mengatakan, partisipasinya di PRJ bukan sekadar ajang promosi, melainkan langkah strategis untuk mendekatkan industri perdagangan berjangka kepada masyarakat. Sebab, masyarakat masih lebih akrab dengan instrumen investasi, seperti saham dan aset kripto.
"Karena itu kami hadir di PRJ untuk membuka ruang edukasi yang lebih dekat, lebih sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan," kata Gunawan saat ditemui di sela kegiatan PRJ 2026, Jakarta, dikutip pada Senin, 15 Juni 2026.
Menurut dia, PRJ menjadi pilihan karena merupakan pameran terbesar yang telah puluhan tahun menjadi destinasi masyarakat dari berbagai latar belakang. Melalui ajang tersebut, Dupoin Futures ingin menjangkau kelompok masyarakat yang belum tersentuh edukasi perdagangan berjangka.
"Kami tidak hanya ingin bertemu dengan mereka yang sudah mengenal industri ini. Justru target kami adalah masyarakat awam yang belum memahami apa itu perdagangan berjangka,” ujar dia.
Di booth Dupoin Futures, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti Roda Cuan Dupoin, Dupoin Match Challenge, serta sesi konsultasi Ngobrol Cuan 1-on-1 Session. Berbagai program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai perdagangan berjangka dengan pendekatan lebih santai dan mudah dipahami.
Gunawan menjelaskan, di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini, masyarakat perlu memahami berbagai instrumen investasi dan perdagangan yang tersedia. Dia menilai perdagangan berjangka memiliki karakteristik berbeda dari sektor ekonomi lain karena banyak produk yang diperdagangkan berfungsi sebagai aset lindung nilai (hedging).
"Ketika ekonomi dunia sedang melambat atau menghadapi tekanan, tidak semua instrumen mengalami penurunan. Produk-produk di perdagangan berjangka seperti emas justru sering menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai asetnya. Karena itu penting bagi masyarakat untuk memahami bagaimana instrumen ini bekerja agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak," jelas Gunawan.
Untuk membantu masyarakat memantau perkembangan ekonomi global, pihaknya menghadirkan teknologi yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi pasar secara real time melalui aplikasi perusahaan.
“Jadi cukup melalui satu aplikasi yang ada di genggaman, masyarakat dapat memantau kondisi ekonomi dan pergerakan pasar yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia," ungkap Gunawan.
Baca Juga:
Danantara Tegaskan Risiko Investasi Tak Sentuh Aset BUMN |

Ilustrasi. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M
Selain melakukan edukasi di PRJ, Dupoin Futures aktif menggelar program literasi keuangan ke berbagai daerah dan kampus di Indonesia. Menurut Gunawan, kalangan mahasiswa menjadi salah satu target utama perusahaan dalam meningkatkan pemahaman mengenai industri perdagangan berjangka.
"Tujuan kami sederhana, yakni meningkatkan literasi keuangan sehingga generasi muda memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai berbagai instrumen keuangan yang legal dan teregulasi," kata Gunawan.
Gunawan juga mengingatkan masyarakat agar selalu memastikan legalitas perusahaan pialang sebelum bertransaksi. Dia menjelaskan seluruh dana nasabah dalam industri perdagangan berjangka wajib ditempatkan pada rekening segregasi yang diawasi regulator.
Dia menambahkan, seluruh transaksi juga harus tercatat dan dipantau melalui sistem yang diawasi lembaga terkait. Oleh karena itum masyarakat perlu aktif mengecek dan memastikan transaksi yang dilakukan benar-benar tercatat sesuai ketentuan.
“Transparansi dan keamanan dana nasabah menjadi hal yang sangat penting dalam industri ini," tegas Gunawan.
Melalui kehadiran di PRJ 2026, dia berharap masyarakat semakin memahami perdagangan berjangka merupakan industri yang legal, teregulasi, dan dapat dipelajari oleh siapa saja.
Pihaknya optimistis edukasi yang dilakukan secara langsung akan membantu meningkatkan tingkat literasi keuangan nasional, sekaligus memperluas pemahaman mengenai berbagai alternatif instrumen investasi yang tersedia di Indonesia.