Dikepung Rob, Pemkab Pekalongan Segera Bangun Rumah Pompa

Banjir akibat air laut pasang (rob) di Pekalongan menyulitkan mobilisasi warga setiap hari. (MI/AS)

Dikepung Rob, Pemkab Pekalongan Segera Bangun Rumah Pompa

Akhmad Safuan • 14 June 2026 16:09

Pekalongan: Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, segera melakukan peninggian tanggul sungai dan membangun sejumlah rumah pompa untuk mengatasi banjir rob. Ada tiga kecamatan di Pekalongan yang hampir setiap hari terendam banjir rob, yakni Kecamatan Tirto, Siwalan dan Wonokerto.

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) DPU Taru Kabupaten Pekalongan Pujo Pramudiarto mengatakan, dalam upaya mengatasi rob, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk beberapa titik yang dinilai menjadi kawasan prioritas penanganan rob. 

“Diperkirakan pekan depan sudah masuk ULP hingga berlanjut ke proses tender, kegiatan lain yang tidak melalui tender masih dalam tahap perencanaan,” kata Pujo Pramudiarto, Minggu, 14 Juni 2026.

Pujo mengungkap program utama yang akan segera dikerjakan, yakni peninggian tanggul di Kecamatan Tirto dengan nilai anggaran sekitar Rp700 juta. Kemudian Rp150 juta untuk perbaikan pintu air di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto.

Sedangkan di Kecamatan Siwalan, Pemkab Pekalongan berencana membangun rumah pompa di Desa Depok dan Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, untuk memperkuat sistem pengendalian banjir rob di kawasan pesisir. Saat ini, kata dia, tengah memasuki tahapan administrasi dan dalam waktu dekat akan diajukan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). 

Banjir akibat air laut pasang (rob) di Pekalongan menyulitkan mobilisasi warga setiap hari. (MI/AS)

Sementara itu, seorang warga, Sahroni, 50, mengaku sudah bertahun-tahun hidup dalam kepungan banjir rob. Menurut dia, banyak warga yang kesulitan karena banjir rob tersebut.

"Sudah bertahun-tahun kami hidup dalam kepungan rob, sehibgfa setiap hari harus berkubang air kotor mengakibatkan ganguan kesehatan dann kesulitan warfa," ujar Sahroni, seorang warga Siwalan.

Senada, Budiono, 60, warga Tirto, Pekalongan, mengaku bahwa akibat rob membuat lingkungan kumuh dan kotor. Selain itu, banjir rob juga menganggu aktivitas warga, terutama peranjin batik.

"Apalagi saat ini rob sudah datang dari pagi, semakin menyulitkan warga yang berangkat kerja," kata dia. 

(Lukman Diah Sari)