BKK Pangkalpinang Waspadai Penyebaran Virus Nipah Lewat Migrasi Kelelawar dan Burung

Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang Agus Syah. ANTARA/Aprionis

BKK Pangkalpinang Waspadai Penyebaran Virus Nipah Lewat Migrasi Kelelawar dan Burung

Whisnu Mardiansyah • 31 January 2026 16:15

Pangkalpinang: Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan fenomena migrasi kelelawar dan burung dari berbagai negara, khususnya India, berpotensi meningkatkan risiko penyebaran virus Nipah di Indonesia.

"Penyakit Nipah harus diwaspadai karena virus ini dapat menular ke manusia dengan tingkat kematian yang tinggi," kata Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah, di Pangkalpinang seperti dilansir Antara, Sabtu, 31 Januari 2026.

Ia mengatakan potensi masuknya virus Nipah melalui migrasi satwa, terutama kelelawar, dari berbagai negara ke Indonesia perlu menjadi perhatian. Saat ini, kondisi cuaca ekstrem berupa badai dingin di berbagai belahan dunia diduga mendorong perpindahan satwa mencari wilayah yang lebih hangat, termasuk Indonesia.

"Kemarin ada puluhan burung dari Rusia bermigrasi ke Jawa Timur. Ini menandakan satwa dari negara yang mengalami cuaca ekstrem sudah mulai bermigrasi," katanya.
 


Menurut Agus, migrasi tersebut tidak menutup kemungkinan diikuti perpindahan kelelawar dari negara yang telah terjadi penularan virus Nipah. Kelelawar di Indonesia yang banyak jenisnya dapat menjadi reservoir atau inang bagi virus tersebut.

Ia menambahkan, pada tahun 2025, suspek virus Nipah pernah ditemukan di tiga provinsi, yaitu Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara, dengan hasil pemeriksaan negatif.

"Migrasi burung dan kelelawar ini cukup berpotensi karena mereka mencari wilayah-wilayah hangat untuk berkembang biak. Indonesia sebagai negara khatulistiwa merupakan tujuan yang memungkinkan," ujarnya.


Ilustrasi Medcom.id

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)