Suasana di lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Carenang, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari
Cegah Banjir, Bupati Serang Minta BBWSC3 Bangun Tanggul Sungai Cidurian
Lukman Diah Sari • 29 January 2026 18:02
Serang: Bupati Serang, Banten, Ratu Rachmatuzakiyah, meminta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) segera membangun tanggul di bantaran Sungai Cidurian, Kecamatan Carenang. Permintaan tersebut untuk mencegah banjir.
"Saya mendapat informasi bahwa di daerah sebelah Carenang sebetulnya sudah ada tanggul, namun di sini tidak ada. Maka ke depan kami akan koordinasi dengan BBWSC3 supaya ada pembuatan tanggul di Sungai Cidurian," kata Bupati Ratu Rachmatuzakiyah di Serang, Kamis, 29 Januari 2026, melansir Antara.

Suasana di lokasi pengungsian warga terdampak banjir di Carenang, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (29/1/2026). ANTARA/Desi Purnama Sari
Ia menilai pembangunan infrastruktur pengendali banjir sangat mendesak. Pasalnya, luapan sungai tersebut telah menyebabkan satu kampung harus mengungsi total karena rumah warga terendam hingga atap, dengan ketinggian air mencapai 2-4 meter.
Rachmatuzakiah menegaskan segera berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Sehingga ada solusi konkret bagi warga di Desa Mekar Sari, Pamanuk, dan Carenang.
"Semoga ke depan ada tindakan konkret. Insya Allah nanti kami akan langsung berkomunikasi dengan Kementerian PU," ucapnya.
Banjir akibat luapan Sungai Cidurian tersebut terjadi sejak Senin, 26 Januari 2026, dan merendam sejumlah wilayah, dengan dampak terparah terjadi di Kampung Selawe, Desa Mekar Sari.