Kondisi permukiman masyarakat rusak parah di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Hingga Selasa (27/1/2026) sebanyak 730 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.500-an jiwa masyarakat korban banjir bandang di daerah setempa
730 KK di Nagan Raya Masih Mengungsi
Whisnu Mardiansyah • 27 January 2026 15:57
Nagan Raya: Sebanyak 730 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 1.500 jiwa korban banjir bandang 26 November 2025 di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, hingga kini masih mengungsi. Mereka kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, mengatakan sebagian besar pengungsi terkonsentrasi di satu wilayah.
“Sebagian besar pengungsi berada di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang dengan jumlah mencapai 674 KK," ujarnya, Selasa, 27 Januari 2026.
Menurut Irfanda, kebutuhan pokok para pengungsi masih terpenuhi melalui penyaluran bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. Saat ini, mereka masih bertahan di tenda-tenda pengungsian sembari menunggu penyelesaian pembangunan hunian sementara (huntara) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pembangunan huntara tersebut dilakukan sebagai upaya menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat terdampak. Lokasi pembangunannya tersebar di beberapa desa di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, yaitu Desa Blang Meurandeh, Kuta Teungoh, Babah Suak, dan Blang.
Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, sebelumnya menyatakan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang sebagai wilayah terdampak terparah. Sekitar 85 persen rumah warga, fasilitas umum, dan infrastruktur di sana mengalami kerusakan total, sehingga ribuan orang terpaksa mengungsi.
Pemerintah daerah mendorong percepatan pembangunan huntara mengingat para pengungsi akan segera menghadapi bulan suci Ramadan. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat, terutama BNPB, dalam penanganan pascabencana di Nagan Raya.
.jpg)
Kondisi jembatan rusak di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Foto: Istimewa.