Petugas keamanan berada di lokasi bom bunuh diri di Islamabad, Pakistan, Jumat, 6 Februari 2026. (Anadolu Agency)
Kecam Bom Bunuh Diri di Pakistan, India dan Afghanistan Bantah Terlibat
Willy Haryono • 7 February 2026 12:32
New Delhi: India dan Afghanistan mengecam serangan bom bunuh diri di ibu kota Pakistan, Islamabad pada Jumat kemarin, sekaligus membantah klaim keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.
“Pengeboman di sebuah masjid di Islamabad hari ini sangat dapat dikecam, dan India menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India, dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 7 Februari 2026.
Pernyataan itu disampaikan menyusul serangan yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya di Imambargah Khadijah-tul-Kubra, sebuah tempat ibadah Muslim Syiah di kawasan Shehzad Town, saat salat Jumat.
Juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk media asing, Mosharraf Zaidi, sebelumnya menyatakan bahwa serangan tersebut “hanyalah yang terbaru dari rangkaian serangan teroris pembunuh yang diorkestrasi oleh India”.
“Proksi teroris India tidak akan memperlambat pemulihan ekonomi, tidak akan memecah belah hati rakyat Pakistan, dan tidak akan merusak modal diplomatik Pakistan yang terus tumbuh,” ujar Zaidi melalui platform X milik perusahaan media sosial Amerika Serikat.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menulis di X bahwa petugas keamanan masjid sempat menantang pelaku. Pelaku kemudian menembaki para penjaga sebelum meledakkan diri di barisan terakhir jamaah. Asif juga menuding keterlibatan India dan Afghanistan dalam serangan tersebut.
Namun, New Delhi menolak keras tudingan tersebut. “India menolak setiap dan semua tuduhan semacam itu, yang sama tidak berdasarnya dengan tidak masuk akalnya,” kata Kementerian Luar Negeri India. “Sangat disayangkan… Pakistan memilih untuk menipu dirinya sendiri dengan menyalahkan pihak lain.”
Pemerintah Kabul juga mengecam serangan bom bunuh diri itu, dan Kementerian Pertahanan Afghanistan membantah adanya keterlibatan.
“Pemerintah Afghanistan berkomitmen pada nilai-nilai Islam, dan tidak pernah mengizinkan pembunuhan atau penyakitan warga sipil tak berdosa untuk tujuan politik, serta tidak mendukung para pelaku tindakan ilegal semacam itu,” demikian pernyataan kementerian tersebut melalui X.
Baca juga: Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Pakistan Jadi 31 Orang, Puluhan Terluka