Kepala BRIN Arif Satria. Foto: Istimewa
BRIN Proyeksikan Kerangka Industrialisasi Masa Depan
Yurike • 6 February 2026 20:22
Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan kerangka industrialisasi Indonesia ke depan, berdasarkan kekuatan sains, teknologi, dan riset. Hal ini sebagai upaya mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan BRIN sebagai lembaga riset, harus bisa memandu perjalanan industrialisasi di Indonesia berdasar pada kekuatan sains, teknologi, dan riset. Sehingga, BRIN mampu memproyeksikan kerangka industrialisasi negara ke depan sebagai penjabaran RPJMN.
“Sehingga teknologi-teknologi yang memang kira-kira akan relevan di masa mendatang untuk kebutuhan industrialisasi mendatang, sejak saat ini harus mulai kita lakukan riset dan kita perkuat risetnya,” ujar Arif dalam keterangan yang dikutip Jumat, 6 Februari 2026.
BRIN juga mengoptimalisasi pemanfaatan riset dan inovasi dalam mendukung RPJMN. BRIN akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menyiapkan peta jalan riset dan inovasi nasional.
“Jadi ini akan menjadi kekuatan besar. Karena seperti mana dikatakan oleh Paul Rommer, Peraih Hadiah Nobel, mengatakan konsep indigenous growth theory itu kemajuan ekonomi akan terletak pada kekuatan R and D (research and development),” jelas dia.
Di samping itu, Satria mengatakan BRIN akan menghadirkan Peraih Hadiah Nobel 2025 Prof. Susumu Kitagawa dari Jepang pada pekan depan. Susumu merupakan pencipta Metal Organic Framework (MOF) yang bisa membuat penyimpanan gas jauh lebih efisien.

Kepala BRIN Arif Satria. Foto: Istimewa
Teknologi tersebut dinilai bisa meningkatkan efisiensi energi yang sangat luar biasa di Indonesia, sehingga saat ini dibangun sister laboratory di BRIN.
“Jadi BRIN akan bisa berkolaborasi dengan Profesor Jepang untuk menciptakan inovasi baru dalam bidang energi, dan itu akan sangat mendukung prioritas nasional Bapak Presiden (Presiden Prabowo Subianto) untuk ketahanan energi karena efisiensi ini bisa terjaga,” ucap dia.