Terkoreksi hingga Sentuh USD74 Ribu, Bitcoin Langsung Diborong Investor Kakap

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Terkoreksi hingga Sentuh USD74 Ribu, Bitcoin Langsung Diborong Investor Kakap

Husen Miftahudin • 3 February 2026 10:33

Jakarta: Pasar aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah Bitcoin (BTC) mengalami koreksi tajam ke kisaran level USD74 ribu sebelum akhirnya melakukan rebound ke level USD77 ribu.

Kombinasi antara eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan dolar AS pascanominasi kepemimpinan baru Federal Reserve, menjadi pemicunya. Penurunan ini tercatat telah menghapus nilai kapitalisasi pasar sekitar USD800 miliar sejak titik tertingginya pada Oktober lalu.

Vice President Indodax Antony Kusuma menjelaskan, saat ini bitcoin sering kali menjadi salah satu aset pertama yang bereaksi terhadap kepanikan global karena sifat pasarnya yang beroperasi 24/7.

"Fenomena ini tercermin dari risk-off sentiment yang terjadi secara serentak, di mana instrumen hard money tradisional seperti emas dan perak juga menyusul mengalami tekanan jual yang signifikan bersamaan dengan aset digital," ungkap Antony dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 3 Februari 2026.

Namun, data on-chain Glassnode menunjukkan anomali yang menarik di mana terdapat perbedaan perilaku yang kontras antara kelas investor kripto. Saat investor ritel cenderung melakukan penjualan karena panik, kelompok 'Mega-Whales' atau pemegang lebih dari 1.000 bitcoin justru terpantau melakukan akumulasi pembelian bitcoin secara bertahap untuk menyerap pasokan pasar yang panik.
 

Baca juga: Bitcoin Masih Terkoreksi di Bawah USD90 Ribu saat Fed Tahan Suku Bunga


(Vice President Indodax Antony Kusuma. Foto: dok Indodax)
 

Fundamental kripto makin kokoh


Antony menambahkan meskipun pasar saat ini berada dalam fase ketakutan yang ekstrem, fundamental industri dinilai jauh lebih kokoh dibandingkan siklus serupa di 2022. Kehadiran institusi besar seperti BlackRock dan JPMorgan yang telah terintegrasi dalam ekosistem melalui ETF dan infrastruktur perbankan memberikan bantalan yang lebih kuat terhadap risiko sistemik jangka panjang.

Sebagai langkah antisipasi, Indodax mengimbau para investor kripto di Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan impulsif berdasarkan emosi sesaat. Penting bagi investor untuk mengevaluasi kembali manajemen risiko mereka.

"Investor disarankan untuk tetap disiplin pada strategi investasi jangka panjang, mencermati dinamika pasar secara proporsional, serta terus membekali diri dengan riset mandiri," tutur Antony.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)