Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam saat memantau situasi karhutla di Kelurahan Baamang Hulu yang masih restrict area bandara, Jumat (3/7/2026). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
BPBD Kotim Prioritaskan Pemadaman Karhutla di Dekat Bandara
Lukman Diah Sari • 6 July 2026 15:41
Sampit: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memastikan upaya penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara cepat serta responsif. Terutama, di kawasan Baamang Hulu yang dekat dengan bandara.
“Yang di Kota Sampit ini memang agak berisiko. Daerah-daerah ini kami anggap urgen untuk ditangani sejak awal karena dekat dengan objek vital. Jangan sampai aktivitas bandara terganggu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur (Kotim) Multazam di Sampit, Senin, 6 Juli 2026, melansir Antara.
Berdasarkan data BPBD dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut termasuk daerah yang memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi kebakaran lahan.

Ilustrasi. Foto: MI.
Dia mengungkapkan, secara keseluruhan luas karhutla di Kotim diperkirakan sekitar 11 hektare. Luasan itu tersebar di Kecamatan Mentaya Hilir Utara sekitar tiga hektare dan Kecamatan Seranau sekitar empat hektare, serta empat hektare di Kecamatan Baamang.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait dukungan pemadaman melalui water bombing. Ia mengatakan helikopter pemadam saat ini masih berada di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan diharapkan dapat dioperasikan apabila kondisi memerlukan.
“Sementara untuk operasi modifikasi cuaca telah berakhir sejak Sabtu lalu karena berdasarkan informasi BMKG tidak lagi tersedia potensi awan hujan. Maka dari itu, kami sangat berharap kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” jelas Multazam.