Ilustrasi Anadolu
Iran Tegaskan Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium di Bawah Tekanan AS
Muhammad Reyhansyah • 9 October 2026 17:59
Teheran: Iran menegaskan tidak akan menghentikan pengayaan uranium ataupun menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya.
Kepala Organisasi Energi Atom Iran Mohammad Eslami menyampaikan sikap tersebut sebagai respons terhadap tuntutan Amerika Serikat (AS) agar Teheran melakukan pengurangan signifikan terhadap kapasitas pengayaan uraniumnya.
Menurut laporan media pemerintah Iran, Kamis, 8 Oktober 2026, Eslami juga menepis ancaman terbaru AS terhadap fasilitas nuklir Iran dengan menyebutnya bukan hal baru. Ia menegaskan pengayaan uranium tetap menjadi bagian penting dari program nuklir negaranya.
“Pengayaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses nuklir, dan kami tidak akan meninggalkannya dengan cara apa pun,” kata Eslami, dikutip dari TRT World.
Ia berpendapat penghentian pengayaan uranium akan melemahkan kemampuan Iran mempertahankan industri nuklir domestiknya. Eslami menyebut sektor tersebut sebagai salah satu pendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pernyataan Eslami muncul ketika Iran dan Amerika Serikat masih bertukar proposal untuk mengakhiri konflik dan memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman energi global.
Pada Kamis, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran dapat memberikan respons dalam beberapa hari terhadap jawaban terbaru Washington atas proposal Iran.
Proposal tersebut menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika sejumlah persyaratan dipenuhi.
Upaya diplomatik terkait Selat Hormuz berlangsung bersamaan dengan perselisihan mengenai program nuklir Iran. Kedua isu tersebut menjadi bagian dari pembahasan yang lebih luas mengenai keamanan kawasan, penghentian permusuhan, dan kebebasan navigasi.
Iran Bantah Incar Senjata Nuklir
Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara Barat telah lama menuduh Iran berupaya mengembangkan kemampuan untuk membuat senjata nuklir.Salah satu sorotan mereka adalah pengayaan uranium Iran yang mencapai 60 persen, jauh di atas tingkat yang umumnya dibutuhkan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir sipil, tetapi masih di bawah tingkat pengayaan sekitar 90 persen yang lazim dikaitkan dengan uranium berkualitas senjata.
Iran secara konsisten membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir. Teheran menyatakan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai.
Pejabat Iran sebelumnya juga mengisyaratkan bahwa negara tersebut dapat menyetujui pengenceran uranium dengan tingkat pengayaan tertinggi sebagai bagian dari kesepakatan yang lebih luas.
Pada Kamis, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington terlibat dalam pembicaraan produktif dengan Iran. Ia juga menyatakan AS tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilu sela Kongres pada November.
Pernyataan terbaru kedua pihak menunjukkan perbedaan pandangan mengenai masa depan program pengayaan uranium Iran masih berlangsung, meski kontak diplomatik terkait persoalan regional yang lebih luas tetap berlanjut.