Tiga Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Tertunda akibat Kabut Asap

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam Annang Setia Budhi (kiri) di Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja)

Tiga Penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam Tertunda akibat Kabut Asap

Whisnu Mardiansyah • 16 October 2026 15:47

Batam: Sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, mengalami keterlambatan akibat penurunan jarak pandang yang dipicu sebaran kabut asap dari sejumlah wilayah Sumatra, Jumat, 16 Oktober 2026.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, mengatakan kondisi tersebut memengaruhi jadwal beberapa penerbangan. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat jarak pandang (visibility) yang diperlukan untuk menjamin keselamatan operasional penerbangan.

"Pada hari ini, Jumat, 16 Oktober 2026 terdapat beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, seperti dilansir Antara, Jumat, 16 Oktober 2026.

BIB mencatat tiga penerbangan mengalami keterlambatan dengan durasi berbeda. Berikut rinciannya:

  • JT246 rute Palembang-Batam (PLM–BTH): terlambat 1 jam 44 menit.
  • JT239 rute Batam-Pekanbaru (BTH–PKU): terlambat 2 jam 7 menit.
  • ID6863 rute Batam-Jakarta (BTH–CGK): terlambat 1 jam 18 menit.

Pihak BIB menyatakan ketiga penerbangan tersebut telah kembali beroperasi setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman untuk aktivitas penerbangan (cleared for flight operation).

Tim operasional bandara bersama petugas penanganan darat (ground handling) juga telah menjalankan prosedur pengelolaan keterlambatan atau delay management sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain keterlambatan, terdapat pembatalan penerbangan perintis Susi Air untuk rute Batam–Rengat pulang-pergi (PP).

“Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh penumpang merupakan prioritas utama dalam operasional kami. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh penumpang,” kata Annang.
 


BIB Pantau Perkembangan Kabut Asap

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, PT Bandara Internasional Batam terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta maskapai penerbangan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau pergerakan kabut asap dan perkembangan jarak pandang di wilayah sekitar bandara.

BIB juga memastikan maskapai menjalankan kewajibannya dalam memenuhi hak penumpang, termasuk pemberian kompensasi (passenger compensation) sesuai dengan regulasi yang berlaku terkait keterlambatan penerbangan.

“Kami juga memastikan pihak maskapai menjalankan kewajibannya dalam memberikan pemenuhan hak-hak penumpang (passenger compensation) sesuai dengan regulasi penanganan keterlambatan yang berlaku,” katanya.

Pihak bandara menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa atas ketidaknyamanan akibat keterlambatan dan pembatalan penerbangan tersebut.

“Kami mengimbau seluruh calon penumpang untuk memantau pembaruan status penerbangan secara berkala melalui saluran resmi maskapai masing-masing atau layanan Customer Service di Terminal Bandara Internasional Hang Nadim Batam,” ujarnya.


Kabut asap diduga kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra. (Metro TV)

(Whisnu M)