IRGC mengklaim menjatuhkan dua drone AS di Selat Hormuz menggunakan sistem peperangan elektronik. (Anadolu Agency)
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Drone AS di Selat Hormuz
Willy Haryono • 3 November 2026 06:08
Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh dua drone Amerika Serikat (AS) di selatan Pulau Qeshm, Selat Hormuz, pada Senin, 2 November 2026.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, Pasukan Dirgantara IRGC menggunakan sistem peperangan elektronik untuk melumpuhkan dua drone MQM-170 tersebut.
Dengan insiden terbaru ini, jumlah drone jenis yang sama yang diklaim telah dikuasai pasukan Iran mencapai empat unit.
Tasnim melaporkan operasi tersebut berhasil mencegah kedua drone menyelesaikan misi mereka. Namun, laporan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai operasi tersebut.
Klaim terbaru ini disampaikan menyusul dua pengumuman serupa dari Iran dalam sepekan terakhir.
Jumat lalu, kantor berita pemerintah IRNA melaporkan Pasukan Dirgantara IRGC menjatuhkan sebuah drone MQM-170 di atas Pulau Qeshm menggunakan sistem peperangan elektronik.
Sehari sebelumnya, Angkatan Laut IRGC mengatakan telah mengambil alih kendali sebuah drone sejenis di bagian barat Selat Hormuz dan mendaratkannya dalam kondisi utuh.
Namun, militer AS membantah laporan Iran mengenai insiden pada Kamis tersebut.
Iran dan AS Lanjutkan Kontak Diplomatik
Laporan terbaru mengenai drone tersebut muncul di tengah berlanjutnya komunikasi diplomatik tidak langsung antara Teheran dan Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan pada Senin bahwa kedua negara masih bertukar pesan melalui perantara.Ia juga mengonfirmasi Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi telah mengunjungi Doha untuk memfasilitasi komunikasi tersebut melalui mediasi Qatar.
AS dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan menargetkan Israel dan aset-aset AS di kawasan tersebut sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai pada April.
AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz pada 18 Juni. Namun, implementasinya terhambat oleh perbedaan pandangan kedua negara mengenai keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca juga: Iran Tetapkan Angkatan Laut dan Udara Inggris sebagai Organisasi Teroris