Ilustrasi. Foto: Dok MI
IHSG Dibuka ke Level 4.856 Pagi Ini
Eko Nordiansyah • 4 November 2026 09:25
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 4 November 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 4.856,960.
IHSG dibuka melemah 47,33 poin atau 0,97 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 3,51 poin atau 0,71 persen ke posisi 493,76.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.19 WIB, IHSG melemah sebanyak 46,850 poin setara 0,96 persen ke level 4.857,437. IHSG berada di level tertinggi 4.885 dan terendah di 4.824.
Sebanyak 92 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 502 saham emiten lainnya melemah, dan 83 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,863 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,998 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp8.560,640 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Rabu Pagi Dibuka Naik ke Rp18.106/USD

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
IHSG diproyeksi masih bearish
Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, indeks utama bursa Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada perdagangan Selasa, 3 November 2026. Penguatan dipimpin oleh Nasdaq 0,83 persen dan S&P 500 0,36 persen, sementara Dow Jones turun 0,38 persen.
Pasar saham global cenderung bergejolak (wobbled) seiring dengan kecenderungan pelaku pasar yang mengambil sikap wait and see dalam mencermati serta mengantisipasi hasil dari pemilu sela AS (US midterm elections).
Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam sebesar 3,78 persen pada perdagangan sebelumnya, membawa indeks menyentuh titik terendah sejak September 2020.
Tekanan jual domestik diiringi aksi jual bersih investor asing (foreign net sell) yang mencatatkan outflow sebesar Rp575 miliar, sementara nilai tukar rupiah terpantau masih tertahan di kisaran Rp18.150 per USD.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan masih berada dalam rentang tekanan (bearish bias) dengan level support krusial yang perlu dicermati berada di kisaran 4.800,” kata Investment Growth Specialist Team PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Azharys Hardia dalam risetnya.