3 Hambatan Utama Pelaku UMKM Sulit Tembus Pasar Ekspor

Ilustrasi. Foto: Dok. MI

3 Hambatan Utama Pelaku UMKM Sulit Tembus Pasar Ekspor

Gervin Nathaniel Purba • 3 November 2026 18:56

Jakarta: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempunyai potensi besar untuk menembus pasar ekspor ke level internasional. Namun, terdapat sejumlah hambatan yang membuat pelaku UMKM sulit menaklukkan pasar internasional.

Local Consultant TFO Canada Eko Prasetyo melihat ada tiga hambatan utama yang sering menjadi batu sandungan para pelaku UMKM yang ingin menembus pasar ekspor. Ketiga hambatan utama itu terdiri dari kesulitan menemukan calon pembeli, keterbatasan kapasitas produksi dan perhitungan biaya, serta pemenuhan dokumen dan standar kepatuhan ekspor.

1. Kesulitan menemukan calon pembeli

 

Menemukan calon pembeli atau buyer menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi UMKM ketika ingin melakukan ekspor. Menurut Eko, persoalan ini tidak hanya dialami pelaku usaha pada level tertentu, tetapi kerap dikeluhkan UMKM di semua level.
 
"Itu sering sekali dikeluhkan, menjadi masalah utama di semua level,” kata Eko, dalam acara TRISEG Project Launch di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Selasa, 3 November 2026.


 
 

2. Keterbatasan kapasitas produksi dan perhitungan biaya


Kapasitas produksi menjadi tantangan ketika UMKM harus memenuhi pesanan ekspor dalam jumlah besar dan tenggat waktu tertentu. Pelaku usaha yang mampu memenuhi permintaan domestik belum tentu sanggup memenuhi permintaan ekspor.

"Misalnya untuk 1.000 barang harus dipenuhi dalam waktu tiga bulan. Nah, mereka juga terkait dengan kapasitas produksi, sehingga mereka kesulitan untuk memenuhi kapasitas produksi tersebut," kata Eko.

Selain kapasitas, UMKM juga perlu menghitung biaya ekspor secara menyeluruh. Biaya logistik dan sertifikasi kerap belum dimasukkan dalam komponen biaya produksi sehingga pelaku usaha berisiko keliru memperkirakan keuntungan.



(Local Consultant TFO Canada Eko Prasetyo. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah)
 

3. Dokumen dan kepatuhan terhadap standar ekspor


Persyaratan dokumen dan sertifikasi juga menjadi hambatan. Terutama untuk memasuki pasar Eropa, Amerika Serikat (AS), dan Kanada. UMKM perlu memenuhi sejumlah ketentuan. Mulai dari sertifikasi produk, standar keberlanjutan (sustainability), hingga dokumen Certificate of Origin (COO).

Di luar tiga hambatan tersebut, persoalan pembiayaan turut membatasi kesiapan UMKM. Eko menyebutkan, dari 33 UMKM yang disurvei, sebanyak 22 UMKM masih mengandalkan modal sendiri, termasuk tabungan keluarga dan pinjaman dari keluarga tanpa akses pembiayaan formal.

Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan UMKM menembus pasar ekspor tidak hanya berkaitan dengan produk, tetapi juga kemampuan memenuhi pesanan, memperhitungkan biaya, dan melengkapi persyaratan perdagangan internasional. (Tiaranissa Juliansyah)

(Gervin Nathaniel Purba)