Ribuan UMKM Indonesia Didorong Perluas Akses Pasar ke ASEAN

Ilustrasi. Dok: Metrotvnews.com

Ribuan UMKM Indonesia Didorong Perluas Akses Pasar ke ASEAN

Whisnu Mardiansyah • 5 November 2026 23:58

Jakarta: Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia didorong memperluas jangkauan bisnis ke pasar Asia Tenggara. Upaya tersebut memerlukan dukungan akses distribusi, pemahaman regulasi, serta kesiapan operasional agar produk dalam negeri dapat menjangkau konsumen di negara lain.

Salah satu inisiatif untuk mendukung ekspansi tersebut dikembangkan adevegroup melalui platform 11brotherhood. Perusahaan ini menargetkan dapat membantu 1.000 UMKM Indonesia memperluas akses pasar ke kawasan ASEAN pada 2027.

Didirikan oleh Adam Muhammad Ghifari, adevegroup mengembangkan jaringan bisnis di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Konektivitas di tiga negara tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membuka akses bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis lintas negara.

“World without border itu akan tercapai, dan 11 Brotherhood akan membantu mewujudkannya,” kata Adam dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 November 2026.

Menurut Adam, perluasan bisnis ke luar negeri membutuhkan dukungan jaringan dan sistem operasional yang sesuai dengan karakteristik pasar tujuan.
 


Melalui entitas Malaysia, Asean Bizz Brotherhood, 11 Brotherhood menyediakan sejumlah layanan untuk mendukung perusahaan yang ingin mengembangkan usaha di kawasan ASEAN. Layanan tersebut mencakup kesekretariatan perusahaan, kebutuhan legal bisnis, dukungan perdagangan elektronik atau e-commerce enablement, serta pemenuhan pesanan atau fulfillment.

Dalam menjalankan usaha lintas negara, UMKM perlu menyesuaikan kegiatan bisnis dengan regulasi di setiap negara tujuan. Aspek yang harus diperhatikan meliputi ketentuan pendirian perusahaan, perizinan, perpajakan, hingga kepatuhan terhadap aturan setempat.

Selain persyaratan legal, pelaku usaha juga perlu menyiapkan sistem distribusi. Proses penyimpanan barang, pengemasan, dan pengiriman harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di negara tujuan.

Untuk menunjang kebutuhan tersebut, 11 Brotherhood mengembangkan dukungan melalui jaringan gudang, integrasi dengan lokapasar dan penyedia jasa pengiriman, serta pendampingan di negara tujuan melalui sistem yang disebut “Butler”.

Cakupan layanan dan persyaratan operasional tetap disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis serta ketentuan yang berlaku di negara tujuan.


Pendiri adevegroup Adam Muhammad Ghifar. Istimewa


Pengembangannya tidak hanya menyasar UMKM Indonesia yang ingin memasuki pasar negara lain di ASEAN. Platform tersebut juga ditujukan untuk membantu pelaku usaha dari negara-negara ASEAN yang berencana mengembangkan bisnis di Indonesia maupun pasar regional lainnya.

Dukungan jaringan operasional lintas negara dapat menjadi salah satu pilihan bagi UMKM yang ingin menjajaki pasar baru tanpa harus membangun seluruh infrastruktur bisnis secara mandiri sejak awal.

Meski demikian, ekspansi ke pasar internasional tetap membutuhkan persiapan dari pelaku usaha. Kesiapan produk, pemenuhan regulasi, potensi permintaan konsumen, serta kemampuan mengelola distribusi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan.

Untuk memperluas dukungan bagi pelaku usaha, pihaknya menargetkan dapat membantu 1.000 UMKM Indonesia menjangkau pasar ASEAN pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan jaringan bisnis regional perusahaan.

Pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, perusahaan modal ventura atau venture capital, serta mitra bisnis yang berminat mengembangkan layanan lintas negara.

(Whisnu M)