Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Foto: Antara.
BNPB Catat 2.204 Kejadian Bencana hingga 23 Oktober 2026
Nattasya Amani Vrazeti • 24 October 2026 01:00
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.204 kejadian bencana di seluruh Indonesia sejak awal tahun 2026. Mayoritas kejadian bencana tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi, baik basah maupun kering.
“Jadi sekarang secara nasional kita mencatat ada 2.204 kejadian bencana di seluruh Indonesia dari tanggal 1 Januari sampai tanggal 23 Oktober 2026,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers daring, Jumat, 23 Oktober 2026.
Baca Juga :
Karhutla di Jawa Timur Capai 11.449 Hektare
“Dapat kami sampaikan 16 kejadian kebakaran tadi itu ada di Jawa. Yang pertama ada di Malang, Magetan, Sragen, Jombang, Probolinggo, Klaten. Sedangkan di Sulawesi ada di Minahasa, Sinjai, Sidrap, Palopo, Luwu, Parigi Moutong. Di Maluku Utara ada di More Kepulauan, dan di Sumatera ada di Bangka Tengah,” kata Berton.
Selain melaporkan penambahan kejadian karhutla, BNPB memaparkan luas lahan terbakar di sejumlah provinsi di Sumatra. Total luas lahan terbakar mencapai 2.431 hektare, dengan Sumatra Selatan mencatat luasan terbesar.
“Untuk Sumatera, di sepanjang Sumatera itu ada 2.431 hektare yang terbakar saat ini. Yang terbanyak itu kita temukan ada di Sumatra Selatan sebesar 2.050 hektare, sedangkan di Jambi ada 339 hektare, di Riau ada 2 hektare,” ujar Berton.

Ilustrasi bencana alam. Foto: Antara.
Sementara itu, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah mencapai 16.097 hektare, Kalimantan Selatan 1.506 hektare, dan Kalimantan Barat 1.370 hektare. Total luas lahan terbakar di ketiga provinsi Kalimantan tersebut mencapai 18.973 hektare.
“Di Kalimantan Tengah dalam penanganan saat ini ada 16.097 hektare, ini paling tinggi. Kemudian di Kalimantan Selatan ada 1.506 hektare, di Kalimantan Barat ada 1.370 hektare, sehingga total untuk tiga provinsi ini 18.973 hektare,” tutur Berton.
Untuk menangani karhutla di Sumatera, BNPB menyiagakan 33.106 personel satgas udara maupun darat. Sementara di Kalimantan, sebanyak 38.772 personel disiagakan untuk mendukung upaya pemadaman kebakaran.
Berton menyampaikan penanganan karhutla dilakukan melalui operasi udara, termasuk water bombing dan operasi modifikasi cuaca. Pemerintah daerah (pemda) diimbau memperkuat sosialisasi pencegahan pembakaran lahan serta mengawal penegakan hukum secara beriringan.