UMKM dan Batik Kendal Didorong Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.

UMKM dan Batik Kendal Didorong Naik Kelas, Perluas Akses Permodalan dan Pasar

Arga Sumantri • 26 October 2026 16:18

Kendal: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelestarian batik dan seni budaya lokal. Hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan UMKM dan Batik di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ibas menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi pelaku usaha melalui pelatihan, akses permodalan, perluasan pasar, serta perhatian terhadap potensi ekonomi dan budaya daerah.

Menurut dia, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan pengembangan usaha agar para perajin dan pelaku UMKM dapat memperoleh manfaat ekonomi dari karya yang mereka hasilkan.

"Batiknya juga terus dilestarikan yang menjadi kebanggaan nenek moyang dan masyarakat di desa-desa, yang terus dikembangkan untuk menjadi satu budaya kebanggaan Indonesia," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2026.

Ia menegaskan penguatan ekonomi rakyat membutuhkan perhatian dan dukungan nyata agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk berkembang. Dukungan dapat diwujudkan melalui peningkatan keterampilan dan kapasitas usaha, kemudahan akses pembiayaan, serta terbukanya kesempatan untuk memasarkan produk ke wilayah yang lebih luas.

"Negara harus hadir. Negara harus sayang rakyat," tegas Ibas.

Ia menekankan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat daya saing, dan menjangkau konsumen di luar pasar lokal.

Ibas juga mendorong agar pengembangan UMKM dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan nyata para pelaku usaha, termasuk tantangan permodalan, peningkatan keterampilan, dan akses pemasaran.

Menurut dia, dukungan yang tepat dapat membantu usaha rakyat mempertahankan keberlangsungan usaha, membuka peluang ekonomi baru, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan UMKM dan Batik di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Dok Istimewa.

Potensi Daerah Kendal

Ibas mengatakan batik Kendal punya potensi yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menghubungkan warisan budaya dengan aktivitas produksi, perdagangan, dan pariwisata.

Wilayah Kaliwungu di Kendal juga dikenal sebagai kawasan yang lekat dengan kehidupan pesantren dan nilai-nilai religius. Sebagai wilayah yang kerap disebut kota seribu pesantren, masyarakatnya memiliki kedekatan dengan doa-doa baik, tradisi zikir, serta kehidupan keagamaan yang menjadi bagian dari keseharian. 

"Nilai-nilai tersebut berjalan berdampingan dengan tradisi dan kebudayaan lokal yang diwariskan turun-temurun," ujarnya.

Para perajin mengapresiasi perhatian tersebut, Mereka berharap dukungan itu dapat membantu UMKM batik terus melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan berkembang menjadi UMKM yang naik kelas.

Perhatian terhadap perajin batik Kaliwungu juga diharapkan tidak berhenti pada pelestarian tradisi, tetapi juga membuka peluang bagi tumbuhnya usaha yang lebih berdaya saing. 

Dengan dukungan pelatihan, permodalan, dan akses pasar, batik khas Kaliwungu diharapkan semakin dikenal luas tanpa kehilangan nilai sejarah dan identitas lokalnya.

(Arga Sumantri)