Harga Telur Naik Jadi Rp26.200, Mendag: Masih di Bawah Acuan

Telur ayam. Foto: dok MI.

Harga Telur Naik Jadi Rp26.200, Mendag: Masih di Bawah Acuan

Husen Miftahudin • 7 October 2026 11:36

Jakarta: Harga telur ayam tercatat naik menjadi Rp26.200 per kilogram. Meski meningkat dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp24 ribu, harga tersebut masih berada di bawah harga acuan sebesar Rp30 ribu per kilogram.
 
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan kenaikan harga komoditas pangan perlu dilihat berdasarkan pergerakan harga sebelumnya maupun harga acuan yang telah ditetapkan. Untuk harga telur, pemerintah menilai harga saat ini masih berada dalam batas yang sesuai karena belum mencapai harga acuan.
 
"Telur itu teman-teman bisa dicek di SPHB, hari ini Rp26.200, harga acuannya kan Rp30 ribu, artinya masih di bawah harga acuan. Memang naik dari sebelumnya yang dulu sampai ke Rp22 ribu, Rp24 ribu, sekarang Rp26 ribu. Kita memang ini menjaga harga-harga sembako, salah satunya telur," ucap Budi di sela acara pembukaan Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan dan Produk Kecantikan di Jakarta, dikutip Rabu, 7 Oktober 2026.
 



(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
 

Harga telur Rp30 ribu/kg ideal

 
Budi menjelaskan harga telur yang terlalu rendah dapat berdampak terhadap kemampuan peternak untuk terus berproduksi. Ia menyebut ketika harga telur berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp24 ribu, peternak mengalami kesulitan dalam menjalankan produksi.
 
"Telur itu ketika harga Rp22 ribu, Rp24 ribu, peternak tidak bisa produksi. Ya karena tidak bisa beli pakan dan sebagainya. Makanya dulu ada demo sampai telur dibuang-buang," ucap Budi.
 
Menurut dia, harga telur yang mendekati Rp30 ribu justru dinilai sebagai harga yang lebih ideal karena dapat mempertemukan kepentingan produsen dan konsumen. Dengan harga tersebut, peternak dinilai memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan biaya produksi.
 
Ia menyebut pemerintah juga mempertimbangkan sejumlah komponen sebelum mempertimbangkan harga, termasuk biaya produksi dan distribusi.
 
Dengan perhitungan tersebut, harga acuan Rp30 ribu dinilai masih berada pada tingkatan yang dapat dijangkau konsumen sekaligus mendukung keberlangsungan produksi peternak. (Tiaranissa Juliansyah)

(Husen Miftahudin)