INACRAFT October 2026 Targetkan 80 Ribu Pengunjung dan Transaksi Retail Rp100 Miliar

Pameran INACRAFT October Vol. 5 2026 mengusung tema Techno Craft dan melibatkan 19 youthpreneurs untuk mendorong regenerasi industri kriya Indonesia (Foto:Dok.Ist)

INACRAFT October 2026 Targetkan 80 Ribu Pengunjung dan Transaksi Retail Rp100 Miliar

Rosa Anggreati • 7 October 2026 12:01

Jakarta: Pameran kerajinan INACRAFT October Vol. 5 2026 kembali digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 7-11 Oktober 2026. Mengusung tema “Techno Craft,” pameran ini menghadirkan 829 stan dan melibatkan 19 youthpreneurs sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi industri kerajinan Indonesia.

INACRAFT October Vol. 5 2026 diprakarsai Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event. Penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi kelima INACRAFT October.

Panitia menargetkan INACRAFT October Vol. 5 2026 dapat menarik 80 ribu pengunjung dan 120 potential buyers international. Dari sisi transaksi, penyelenggara menargetkan nilai transaksi retail mencapai Rp100 miliar dan kontrak dagang sebesar USD2,7 juta.

Potential buyers tersebut diharapkan tidak hanya tertarik dengan produk eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga karya 19 youthpreneurs yang berpartisipasi dalam pameran.
 


Konsep Youthpreneurs kembali menjadi salah satu bagian utama pameran. Konsep tersebut ditujukan sebagai ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan kreativitas dan inovasi sekaligus mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan industri kriya Indonesia.

Tema “Techno Craft” mengangkat perpaduan antara kekayaan tradisi kerajinan Indonesia dengan perkembangan teknologi dan inovasi. Teknologi ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat nilai, kualitas, fungsi, dan daya tarik produk kerajinan tanpa menghilangkan identitas serta karakter budaya.

“Techno Craft” juga menjadi pendekatan untuk mempertemukan kearifan lokal, keterampilan artisan, desain, teknologi, dan inovasi. Perpaduan tersebut diharapkan menghasilkan produk kerajinan yang relevan dengan kebutuhan masa kini serta memiliki daya saing di pasar global.

Selain menghadirkan produk kerajinan, INACRAFT October Vol. 5 2026 menyediakan berbagai program bagi pengunjung dan peserta. Beberapa di antaranya Craft Talks & Workshop, Cultural Performance, Digital Lounge, dan Craft Experience Spot.

ASEPHI juga menggelar ASEAN Business Forum bertema “Scaling Up ASEAN Gifts & Crafts: Sustainability and Market Access.” Forum tersebut melibatkan panelis dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), serta ASEAN Gifts & Crafts Federation.

Selain itu, terdapat B2B Networking yang mempertemukan pelaku industri dengan 30 youthpreneurs terkurasi. ASEPHI juga kembali menghadirkan Go Green Activity bersama Waste Hub Management sebagai bagian dari kepedulian terhadap isu keberlanjutan di industri kriya.

Dari sisi peserta, INACRAFT October Vol. 5 2026 menempati lima hall di JICC. Dari total 829 stan, sebanyak 713 merupakan peserta individu atau anggota ASEPHI, 85 stan peserta Dinas, dan 15 stan Kementerian/BUMN. Sementara itu, peserta luar negeri menempati area Main Lobby. Terdapat pula 18 island yang diisi BUMN dan peserta lainnya, 69 peserta individu nonanggota, serta 59 peserta Talam.

ASEPHI juga menggandeng sejumlah kementerian dan lembaga dalam penyelenggaraan INACRAFT October Vol. 5 2026. Kolaborasi dilakukan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional anak Indonesia.

Sementara dengan Kementerian Hukum melalui DJKI dan AHU, ASEPHI melakukan sosialisasi mengenai pentingnya merek dan perlindungan Indikasi Geografis bagi para penggiat seni dan budaya Indonesia.

ASEPHI juga mengagendakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BRIN, GNIK, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia untuk mengembangkan sektor kreatif kerajinan agar lebih profesional dan siap menghadapi tantangan global.

Bank Mandiri menjadi sponsor utama INACRAFT October Vol. 5 2026. Dukungan tersebut ditujukan untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan industri kreatif di era digital.
 
Melalui Livin’ Merchant, pelaku usaha dapat menerima pembayaran, mencatat penjualan, memantau stok, dan mengelola hasil penjualan. Peserta pameran juga dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Usaha Mikro, serta Kredit SME dengan limit hingga Rp50 miliar.

“Semangat ‘Tumbuh Bersama Majukan Indonesia’ kami wujudkan melalui kemudahan transaksi dan akses pembiayaan yang membantu perajin serta wirausaha muda mengembangkan usaha,” ujar Regional CEO Bank Mandiri Wilayah IV/Jakarta 2 Nila Mayta. 

INACRAFT October Vol. 5 2026 turut didukung sejumlah sponsor dan mitra, di antaranya TikTok Shop by Tokopedia, Pegadaian, Bukit Asam, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Filosofi Kopi, dan Pos Indonesia sebagai Official Logistic Partner.

INACRAFT October Vol. 5 2026 terbuka untuk umum pada 7-11 Oktober 2026 mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Harga tiket masuk sebesar Rp35 ribu.

Pengunjung dapat melakukan praregistrasi melalui situs resmi INACRAFT atau membeli tiket secara langsung di ticket box yang tersedia di lokasi pameran. Pengunjung yang membuka Tabungan NOW atau mengajukan Mandiri Kartu Kredit juga berkesempatan memperoleh tiket masuk sebagai reward dari Bank Mandiri.

Informasi mengenai INACRAFT October Vol. 5 2026 dan agenda kegiatan dapat diakses melalui situs resmi INACRAFT serta akun media sosial @weareinacraft.

(Rosa Anggreati)